<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4562392618108984175</id><updated>2011-12-07T22:45:45.844-08:00</updated><category term='Artikel'/><category term='Penawaran'/><category term='Foto'/><title type='text'>Exclusive Press</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://fotoexclusive.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4562392618108984175/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fotoexclusive.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Foto Exclusive</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09212101165566289518</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>24</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4562392618108984175.post-2150589764097488355</id><published>2008-07-09T21:05:00.000-07:00</published><updated>2008-07-09T21:15:16.572-07:00</updated><title type='text'>Teknik foto pemandangan (landscape)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Kekayaan Pemandangan Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negeri kita, Indonesia terdiri dari ribuan pulau. Maka tak heran kalau negeri ini memiliki banyak pantai indah dengan corak beragam. Mulai dari pantai berpasir putih sampai berbatu karang yang menyeramkan. Selain keindahan pantai, keindahan daratan negeri kita pun tak kalah menarik dan beragam. Sebagian besar daratan Indonesia ditutupi pepohonan, bahkan di beberapa daerah masih berupa hutan lebat. Selebihnya, daratan negeri ini dihiasi ladang-ladang pertanian.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang kurang menyadari kalau kita memiliki tambang emas panorama alam yang sangat indah. Tambang emas yang tidak akan pernah habis digali dan dijelajahi seumur hidup sekalipun. Baik pemandangan daratan/lanskap (landscape), pemandangan pantai dan laut (seascape), pemandangan gunung dan dataran tinggi (mountainscape), dan pemandangan bawah laut (un&amp;shy;derwater world). Contoh-contoh pemandangan ini bisa Anda lihat pada kartu pos bergambar pemandangan alam Indonesia yang bisa ditemui di toko-toko. Indah dan beragam sekali bukan?&lt;br /&gt;Selanjutnya, yang menjadi masalah, bagaimana keindahan dan kekayaan pemandangan tersebutdapat direkam ke dalam sebuah gambaryang menawan?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menyatu dengan Alam&lt;br /&gt;            Foto pemandangan yang sesungguhnya, tidak dapat dibidik dari jendela mobil yang berjalan, seperti banyak dilakukan oleh wisatawan. Karena hasilnya, hanyalah foto bidikan turis, sebuah dokumentasi perjalanan. Mengapa demikian?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jawabannya terletak pada alam yang memiliki keindahan tersendiri. Kita harus terlibat dan berusaha merasakan suatu kesatuan di dalamnya. Tak cukup hanya memandangnya saja. Fotografer harus mengenal dan menyatu dengan subjeknya, pemandangan. la harus berada di sana. Merasakan sejuknya angin pagi hari, dinginnya malam atau berkeringat disengat teriknya matahari.&lt;br /&gt;Membidik pemandangan sama seperti menyusun suatu komposisi musik. Anda harus merasakannya. Anda harus menikmatinya. Jika Anda tidak merasa hidup bersamanya, Anda tetap menjadi orang asing. Tidak mampu menghayati semangat dan kehidupan alam. Anda bisa merekam gambar alam, tetapi mati. Anda tidak mampu menghadirkan rekaman alam yang memiliki semangat hidup (spirit of nature).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unsur-unsur Foto Pemandangan&lt;br /&gt;Sebuah pemandangan memiliki berberapa unsurpenting seperti tanah (padang, gunung), air (laut, pantai, danau, aliran sungai), tumbuhan (pepohonan, rumput), dan langit (awan, cuaca). Setiap pemandangan memiliki unsur-unsur ini dalam susunan dan proporsi berbeda. Hal inilah yang memberikan ciri khas sebuah pemandangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langit (dengan penampilan awan) memiliki peranan penting bagi keseluruhan gambar. Karena, langit biasanya menempati ruang gambar secara dominan. Kecerahan langit serta bentuk dan irama awan akan memberikan kesan tersendiri. Sebuah pemandangan selalu memiliki ekspresi. Bagian penting yang memberikan ekspresi adalah bentuk dan susunan awan saat itu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Perubahan alam juga menjadi bagian ekspresi sebuah pemandangan. Gejalaalam seperti mendung, hujan, matahari terbitatau terbenam, bulan purnama, dan cahaya utara dapat membentuk ekspresi berbeda bagi sebuah pemandangan. Sama seperti perubahan roman wajah manusia.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sudah menjadi kewajiban seorang fotografer, memilih apa yang akan ditampilkannya, yang menjadi isi fotonya. Hal ini biasanya lebih banyak bersifat subjektif. Tetapi, fotografer haruslah jujur terhadap naluri dan perasaan pribadinya. Menghormati pandangan asli, tanpa merusakatau menambahkan unsur asing. Apalagi menggunakan trik atau manipulasi berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaruh Utama: Cahaya&lt;br /&gt;Ditinjau dari sisi fotografi, perbedaan besar yang kita temui dari tempat satu dengan tempat lainnya adalah keadaan cahaya. Sumber cahaya utama di alam, matahari, memiliki sifat yang sangat khusus. Berbagai hal menarik sering kita lihat. Baik itu penduduk (people), kesenian, atau panorama indah. Seringkali, kita tidak menyadari ada sesuatu yang besar di sana, yaitu cahaya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Cahaya menerangi subjek. la memberikan pengaruh paling kuat. Sedemikian kuatnya, ia bisa mengubah segala-galanya. Bisa mendukung kita mendapatkan bentuk gambar yang luar biasa atau sebaliknya, merusak dan sangat mengganggu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Cahaya mempengaruhi seluruh pembentukan gambar. Bukan hanya pengukuran dan keputusan pencahayaan saja, tetapi bentuk, titik pandang, komposisi, rasa kedalaman, desain dan penampilan dimensi dipengaruhinya. Cahaya jugamempunyai andil besar dalam maknadan suasanayang tampil dalam gambar. Kondisi cahaya berbeda, akan menciptakan gambar dan makna sangat berbeda, walaupun objeknya sama.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan (Skill)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Keterampilan seorang fotografer saat membidik pemandangan, tergantung kemampuan teknis (skill') dan pengalaman pengamatan (sense) pribadinya. Saat memotret pemandangan, kita akan mengalami kesulitan bila mengandalkan trik atau berbagai teknik manipulasi. Karena, pada foto pemandangan, kita dituntutmampu merekam subjek dengan kualitas gambar sebaik-baiknya. Ini berarti, fotografer harus mampu bekerja dengan teknik kerja, peralatan dan material yang dimilikinya secermat mungkin. Semua pekerjaan harus dilakukan dengan ketelitian optimal. Setiap keteledoran, kelalaian atau ketidaktahuan akan langsung mempengaruhi pembentukan gambar.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pencahayaan Optimal Film&lt;br /&gt;Kemampuan utamayang harusdimiliki adalah memahami pencahayaan optimal terhadap film. Banyak fotografer mengabaikan hal ini. Padahal, kemampuan ini merupakan hal paling pokok dan penting dalam fotografi. Sebab, saat kita melakukan pencahayaan tei-sebut, kita mei-ekam gambar. Bagaimanapun hasil gambai- yang akan dibuat, ia akan sangat tergantung mutu perekamannya. Kualitas rekaman sangat mempengaruhi penampilan akhir gambar itu sendiri. Buruknya mutu rekaman, akan membuat keseluruhan penampilan akhir gambar itu berkualitas rendah. Dan, tidak bisa dipresentasikan ke manapun juga.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendapatkan hasil pencahayaan optimal, fotografer harus mengerti kondisi kecerahan yang dihadapinya. Kemudiaan, baru ia bisa mempertimbangkan bagaimana dia harus memutuskan pencahayaan akhir terhadap filmnya. Oleh karena itu, ia harus mahir menggunakan alat pengukur secara optimal untuk mengetahui kondisi kecerahan yang ada.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Di alam, kondisi cahaya berubah-ubah dan kondisi keseluruhan pemotretan sulit diprakirakan terlebih dahulu. Karenanya, seringkali fotografer menghadapi banyak kesulitan jika hanya mengandalkan satu alat pengukur atau satu metode pengukuran saja. Misalnya, pengukuran rata-rata (av&amp;shy;erage metering} melalui pengukur cahaya kamera.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu membidik foto pemandangan, penguasaan teknik-teknik pengukuran merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki. Kondisi cahaya yang berbeda-beda terkadang juga harus dihadapi dengan teknik pengukuran berbeda. Misalnya, pengukuran cahaya rata-rata kamera hanya bisa bekerja cukup optimal pada kondisi kecerahan yang merata (misalnya cahaya depan). Jika terdapat perbedaan kecerahan dalam pandangan kamera, maka ketepatan hasil pengukurannya hampir past! tidak bisa diandalkan, atau tidak bisa dipercaya lagi. Untuk hal ini, kita harus menanganinya dengan teknik pengukuran lain. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, pengukuran cahaya jatuh (incident light metering). Tetapi, pengukuran cahaya jatuh juga memiliki keterbatasan. Sebab, kita tidak bisa mengukur keseluruhan perbedaan kecerahan dari yang paling terang sampai pal&amp;shy;ing gelap atau kondisi cahaya khusus dimana terdapat perbedaan ekstrim antara area paling terang dengan yang paling gelap. Dalam keadaan ini, pengukur cahaya titik (spot metering) lebih handal dipergunakan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Masalah selanjutnya, menggunakan alat-alat pengukur tadi saat memotret bukanlah hal yang mudah. Banyak kondisi cahaya yang sering membingungkan kita, menentukan teknik pengukuran mana yang efektif. Dengan menggunakan teknik pengukuran berbeda pada suatu kondisi cahaya, kita bisa mendapatkan nilai pencahayaan yang berbeda. Atau mungkin juga, kita tetap mendapatkan nilai pencahayaan yang sama. Meskipun, kita berhadapan dengan berbagai kecerahan yang berbeda.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hal ini memang tidak bisa dipelajari dalam waktu singkat. Hasil pengukuran dan keputusan pencahayaan yang efektif hanya bisa diperoleh dari pangalaman kerja yang teliti. Pengalamanlah yang akan mengajarkannya kepada kita. Bagaimana bekerja efektif. Bagaimana menghadapi berbagai kondisi cahaya. Bahkan, kondisi yang kurang menguntungkan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kepekaan Artistik&lt;br /&gt;Kemampuan lain yang harus dimiliki adalah kepekaan artistik (sense of art). Kemampuan ini juga harus diasah perlahan-lahan. Kepekaan artistik juga terbentuk dalam waktu yang cukup panjang. Melalui pengalaman, fotografer akan paham bagaimana caranya memilih dan menata berbagai bentuk (objek di alam) menjadi suatu gambar yang menawan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kita mengenal bentuk, ruang , dan penataannya menjadi sebuah gambar harus dipelajari juga secara bertahap. Dari hal yang paling mudah, komposisi yang kompleks, bahkan penampilan yang cenderung abstrak.&lt;br /&gt;Dasar untuk mendapatkan kepekaan artisik ini adalah pengamatan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kita harus melatihnya agar dapat melihat suatu subjek atau bentuk dari sudut pandangan yang paling menarik. Meskipun, subjek itu dalam keadaan biasa sehari-hari. Kemahiran dan kemajuan kita atas hal ini sangat tergantung diri kita masing-masing. Karena, pemilihan subjek dan pandangan terbaik terhadapnya tergantung keputusan pribadi.&lt;br /&gt;Kita sendiri yang melihat melalui kamera. Kita jugalah yang harus memutuskan apayang harus ditangkap menjadi gambar. Disamping itu, hasil yang diperoleh juga tergantung pada peralatan dan sistem kerja kita sendiri. Kita bisa menggunakan karya orang lain sebagai referensi kerja. Walaupun begitu, gambar yang terbentuk pada film kita, sekali lagi adalah pilihan dan pertimbangan pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem Kamera RLT 35 mm&lt;br /&gt;Peralatan pokok memotret pemandangan adalah kamera R LT (ref leks lensa tunggal)/ SLR (Single-lens Reflex) 35mm. Kamera ini dapat dikendalikan secara manual. Untuk mendapatkan hasil foto yang memuaskan dan kreatif, semua proses kerja harus dilakukan secara manual. Artinya, kita mengendalikan tahap demi tahap pembentukan gambar yang diinginkan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kamera yang dilengkapi pengukur cahaya titik akan banyak membantu. Dengannya, kita bisa mengukur perbedaan kecerahan pada beberapa area yang ada saat pemotretan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sehingga, kita bisa mengetahui, apakah seluruh kecerahan yang ada bisa terekam dengan baik dalam film atau tidak. Jika memiliki pengukur genggam titik, maka alat ini akan sangat membantu kita menghadapi keadaan cahaya yang sulit dan membutuhkan ketelitian pengukuran. Misalnya, cahaya belakang (back&amp;shy;lighting).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, satu badan kamera saja sudah cukup. Tetapi, saya lebih suka menggunakan 2 badan kamera sewaktu bekerja. Satu sebagai kamera utama, yang lebih sering saya gunakan untuk membidik dengan film slide warna. Sedangkan kamera kedua, menggunakan film negatif warna atau film hitam putih (tergantung keperluan), sekaligus berfungsi sebagai kamera cadangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memilih Lensa&lt;br /&gt;Pemilihan lensa tergantung pada apa yang akan ditampilkan dalam foto. Fotografer pemandangan biasanya hanya menggunakan satu atau dua lensa kesukaannya. Mereka biasanya memiliki cara pandang tertentu, baik bentuk, ruang dan kecerahan. Dengan demikian, mereka cenderung menggunakan lensa yang sama untuk berbagai macam gambarnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya tidak ada ada aturan khusus tentang penggunaan lensa untuk membidik pemandangan alam. IMamun, umumnya fotografer lebih banyak menggunakan jenis lensa sudut lebar. Jenis lensa ini bisa menangkap pandangan lebih luas. Dampaknya, kebesaran serta keindahan alam akan lebih terasa.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jika kita ingin berkonsentrasi pada suatu bentuk atau detail tertentu, mungkin salah satu bagian dari bentangan alamnya atau gejolaknya, maka kita bisa menggunakan lensa panjang (telephoto lens). Ada juga fotografer pemandangan yang menggunakan lensa zoom telefoto 80-200 mm sebagai lensa favoritnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu memotret pemandangan, biasanya kita membutuhkan kedalaman ruang tajam yang lebih luas, atau kadang ingin menampilkan lebih banyak subjek dalam barisanatau susunan tertentu Untuk keperluan seperti ini, kita bisa menggunakan lensa sudut lebar antara 15-28 mm. Dengan pandangan seluas kira-kira 70 - 110°, maka kita bisa menangkap susunan bentuk bentangan alam yang lebih lengkap. Alhasil, kita bisa mempei-oleh keindahan alam dalam perspektif lebih lengkap.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Lensa 35 mm atau 50 mm bisa juga digunakan, terutama untuk berkonsentrasi pada subjek tertentu atau memperoleh pandangan yang lebih terbatas dari pemandangan tersebut. Saya lebih sering menggunakan lensa sudut lebar 24 mm (super wide-angle lens) sebagai lensa utama. Melalui lensa ini, saya dapat memperoleh luas pandangan memadai, dan berkonsentrasi pada keindahan panorama secara menyeluruh.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Membidik dengan lensa sudut lebar seperti ini, biasanya membutuhkan ketepatan penajaman (focusing). Karena, semua elemen-elemen gambartampil dalam skala sangat kecil. Saking kecilnya, seringkali elemen tersebut tidak begitu jelas terlihat pada jendela bidik, apakah mereka telah mencapai penajaman yang optimal atau tidak.&lt;br /&gt;Lensa telefoto juga bisa memberi dampak lain terhadap pemandangan yang direkam.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Melalui lensa ini,   kita bisa membatasi pandangan dan berkonsentrasi pada subjek tertentu saja. Terutama pada hal-hal yang tampil unik.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebaiknya, kita membatasi jumlah lensa yang dibawa. Pilihlah lensa-lensa favorit yang akan digunakan saja. Membawa bermacam-macam lensa akan menjadi beban yang berat. Dan juga, akan banyak waktu terbuang untuk memperhatikan dan menjaga semua peralatan yang dibawa. Akibatnya, konsentrasi dan perhatian kita terhadap subjek menjadi berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem Kamera Sedang &amp;amp; Besar&lt;br /&gt;Jikalau kita ingin mendapatkan kualitas lebih baik lagi, kita bisa menggunakan sistem kamera format sedang (medium format camera). Kamera jenis ini memang didesain untuk memberikan kualitas rekaman gambar yang letaih baik lagi. Format filmnya mulai dari 6 x 4,5 cm sampai 6x12 cm. Lebih besar dari format film 35 mm (24 x 36 mm) yang digunakan pada kamera RLT. Dengan ukuran film yang lebih besar ini, maka lebih banyak detil dan gradasi warna yang mampu ditangkap. Hasilnya, gambar pun mampu tampil dengan detil dan nada warna yang lebih kaya.&lt;br /&gt;Demi mendapatkan kualitas puncak (ultimate quality), mau tidak mau kita harus menggunakan kamera format besar (large format cam&amp;shy;era). Ukuran filmnya lebih besar dari medium format, 4x5 inci (9 x 12 cm) atau 8 x 10 inci (19 x 24 cm). Dengan ukuran film lebih besar, kemampuan pengendalian ketajaman dan pengaturan perspektif yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengukur cahaya Pentax Digital Spotmeter, teknik pengukuran titik.&lt;br /&gt;sempurna, maka kita bisa mendapatkan gambar dengan kual itas rekaman yang luar biasa. Setiap detil dapat direkam mendekati kesempurnaan pandangan mata kita. Sehingga, pemandangan tersebut seolah-olah pindah dan ada di hadapan kita. Banyak fotografer pemandangan yang menggunakan kamera format besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tripod &amp;amp; Filter&lt;br /&gt;Kaki tiga (tripod) merupakan salah satu perlengkapan yang perlu dibawa. Penyangga kamera ini sangat diperlukan saat memotret suasana matahari terbit atau terbenam, serta berbagai keadaan alam sekitarnya. Kondisi cahaya redup saat itu menuntut kita menggunakan kecepatan rana rendah, terutama mereka yang menggunakan lensa telefoto dengan bukaan diafragma terbatas.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Filter juga sering menjadi perlengkapan yang berguna untuk memotret pemandangan. Yang paling utama, filter polarizing, berfungsi untuk mengurangi berbagai refleksi cahaya yang tidak diinginkan. Sehingga, kita bisa memperoleh foto dengan warna-warna lebih jernih dan lebih jenuh. Seperti, memperbaiki tampilan langit menjadi lebih biru atau tampilan air yang lebih jernih di pantai.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Filter lain yang juga berguna adalah filter gradasi (graduated fil&amp;shy;ters). Filter ini dapat menurunkan tingkat kecerahan langit, sehingga bisa direkam film secara baik. Hanya, kita harus berhati-hati memilih dan menggunakan gradasi warna. Supaya, tampilan gambar tidak menjadi aneh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film ISO Rendah Lebih Baik&lt;br /&gt;Film warna yang tersedia di pasaran adalah film cahaya siang (day&amp;shy;light), yang memang sesuai untuk pemotretan dengan cahaya matahari. Memang, cahaya matahari yang ada sepanjang hari berubah-ubah akibat perbedaan cuaca. Akibatnya, terjadi sedikit penyimpangan warna pada hasil foto. Tetapi, penyimpangan nada warna ini hanya sedikit sekali, sehingga bisa dikoreksi saatfotonya dicetak. Karena itu, terjadinya sedikit penyimpangan ini seringkali tidak menganggu keindahan fotonya. Bahkan, seringkali fotografer menggunakan karakter cahaya yang ada, meskipun keseimbangannya menyimpang, menjadi faktor yang tnemperkuat suasana serta menjadi ciri khas penampilan gambarnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Karena kita lebih sering memotret pemandangan dalam keadaan cahaya alam yang lemah pada pagi atau sore hari, maka lebih menguntungkan jika kita menggunakan film ISO tinggi. Masalahnya, makin tinggi ISO film, makin besar butiran emulsinya. Akibatnya, gambarnya pun semakin kasar. Dalam foto pemandangan, kita membutuhkan rekaman detail kecil secara sempurna. Maka, kekasaran butiran film akan merusak keindahan gambar secara keseluruhan. Penyebabnya, tekstur butiran kadang-kadang tampil lebih kuat dan mengurangi ketajaman gambar.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Karena kita membutuhkan rekaman detail sangat akurat, maka penggunaan film dengan kecepatan (ISO) lebih rendah akan lebih baik demi tampilan gambarnya. Tetapi, film dengan kecepatan rendah (ISO 100 atau lebih rendah) seperti ini membutuhkan cahaya alam yang cukup cerah. Hal ini mungkin menjadi sulit jika kita memotret pada pagi atau sore hari. Sebab, cahaya alam yang ada saat itu terbatas kecerahannya. Kita membutuhkan berbagai peralatan tambahan lain, terutama kaki tiga untuk merekam alam dengan kecepatan rana rendah atau bahkan sangat lambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warna atau Hitam Putih?&lt;br /&gt;Kita bisa menggunakan film apa saja. Film hitam putih dapat menghantarkan karakter alam secara baik. Ini disebabkan, kekuatan tampilan bentuk dan gradasi nada hitam-putih tidak dipengaruhi oleh berbagai warna. Namun, untuk tampilan terbaik, kita harus memahami pemindahan berbagai warna menjadi gradasi hitam-putih lalu menyusunnya dengan serasi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menggunakan film warna juga menguntungkan.&lt;br /&gt;Dengannya, kita mampu merekam warna-warna alam yang menarik. Umumnya film ISO 100 merupakan film negatif warna favorit, bahkan dapat dikatakan sebagai fi Im standar memotret pemandangan alam dan berbagai subjek lainnya. Dengan film ISO 100, umumnya kita bisa memperoleh kecepatan rana cukup tinggi, 1/60 detik bahkan sampai 1/500 detik pada bukaan f/5,6 dalam kecerahan cahaya matahari pagi atau sore hari.&lt;br /&gt;Tetapi, jangan takut menggunakan kecepatan yang lebih rendah lagi, jika cahaya alam yang ada memang sangat lemah. Untuk film slide warna, saya lebih suka menggunakan film ISO 100 atau 50. Film dengan peringkat ISO seperti ini mampu memberikan kehalusan gambar yang optimal. Walaupun, kita akan menghadapi banyak sekali kesulitan dengan film ini karena kecepatan rana yang dapat digunakan sangat terbatas. Kecuali, jika cahaya matahari yang ada sangat cerah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kita akan sulit mengharapkan foto pemandangan yang bagus hanya dengan mengandalkan kemampuan dasar memotret. Apalagi dengan menggunakan peralatan seadanya. Kondisi alam pun sulit diduga dan dimengerti. Ini berarti diperlukan kemampuan teknis, pengalaman cukup banyak, dan peralatan kerja memadai untuk menghadapi berbagai tantangan ini. Negeri kita ini kaya dengan pemandangan alam, tetapi menambangnya perlu usaha dan kerja keras. Tetapi percayalah, tidak ada usaha yang sia-sia. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Publikasi : Majalah fotomedia&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Penulis   : Makarios soekojo&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4562392618108984175-2150589764097488355?l=fotoexclusive.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fotoexclusive.blogspot.com/feeds/2150589764097488355/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4562392618108984175&amp;postID=2150589764097488355' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4562392618108984175/posts/default/2150589764097488355'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4562392618108984175/posts/default/2150589764097488355'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fotoexclusive.blogspot.com/2008/07/teknik-foto-pemandangan-landscape.html' title='Teknik foto pemandangan (landscape)'/><author><name>Foto Exclusive</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09212101165566289518</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4562392618108984175.post-6948815059940604197</id><published>2008-05-20T20:23:00.000-07:00</published><updated>2008-05-20T20:41:24.589-07:00</updated><title type='text'>Mari Merawat Kamera</title><content type='html'>Dengan sering membersihkan kamera, berarti kita memperpanjang umurnya.Buat kamera SLR (Single Lens Reflect), kotoran yang tidak terlihat oleh mata ternyata lebih jahat, daripada kotoran yang keliatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tanpa diketahui bisa mengurangi kinerja kamera dan merusaknya lebih cepat. Biar kamera bisa berumur panjang, selalu sediakan waktu untuk membersihkannya. Dan untuk melakukannya, proses pembersihan kamera harus dipisah menjadi 2 bagian. Yaitu bagian bodi kamera dan bagian lensa kamera. Agar memudahkan pengerjaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Alat Yang Dipakai :&lt;br /&gt;Lap untuk lensa atau lap kacamata&lt;br /&gt;Tisu lensa&lt;br /&gt;Cairan pembersih lensa&lt;br /&gt;Blower atau alat tiup&lt;br /&gt;Kuas atau brush &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bodi Kamera&lt;br /&gt;Pertama-tama lap permukaan bodi kamera yang mudah dijangkau. Menggunakan kain khusus pembersih lensa atau lap kacamata. Karena sehabis pemakaian, keringat tangan pasti menempel di bodi. Dan itu bisa menimbulkan korosi (bagi bodi kamera yang berbahan besi) jika tidak dibersihkan.&lt;br /&gt;Biasanya ada sudut-sudut bodi yang susah dijangkau oleh kain lap. Dan sering kali debu suka mampir dicelah kecil itu. Untuk itu pergunakan blower dan kuas. Karena udara dari blower bisa mengeluarkan debu. Baru deh finishing touch dengan menyapu debu-debu sisa dengan kuas. Bersihkan mounting yang ada di bodi kamera dengan lap. Jika ternyata masih kurang bersih. Boleh menggunakan blower sebagai pembersihnya. kemudian buka tempat menyimpan film. bersihkan dengan blower. Hati-hati, pada bagian ini jangan memakai kain lap. Karena terdapat tirai shutter yang sangat sensitif. Dan untuk bagian pinggirnya bersihkan dengan kuas.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lensa Kamera&lt;br /&gt;Untuk awal, sikat bersih sela-sela ring diafragma dan ring fokus memakai brush. kemudian bersihkan sisa debunya menggunakan blower, dan lanjutkan dengan membersihkan bagian lensa. Jika keliatan ada titik debu bisa dihilangkan memakai blower. Misalkan ada sidik jari yang nempel, jangan khawatir,  sediakan kain lap bersih yang memiliki kontur yang lembut. Kemudian dilap memutar satu arah secara perlahan.&lt;br /&gt;Untuk filter kamera cukup menggunakan tisu dan cairan pembersih kamera. ambil tisu lensa. setelah itu teteskan sedikit cairan pembersih lensa. Caranya dimulai dari mengelap tengah lensa kemudian memutar hingga pinggir lensa. Di bagian ini anda harus hati-hati ! jangan mengelapnya terlalu keras, karena mengakibatkan filter kamera bisa baret.&lt;br /&gt;Yang terakhir bersihkan mounting lensa memakai tisu atau lap. Bersihkan hingga tidak ada debu yang terlihat. Oiya Jika setelah berfoto-foto di pantai sangat disarankan untuk secepatnya membersihkan kamera. Karena kadar angin pantai berbeda dengan di kota. Udara pantai memiliki kadar garam yang sangat tinggi, yang dapat menyebabkan kamera cepat berkarat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Biar Kamera Nggak Jamuran&lt;br /&gt;Taruh kamera di bok plastik kedap suara. Tambahkan juga didalamnya silica gel. Agar  jamur tidak berkembang. Jauhkan dari kapur barus dan jangan disimpan didalam lemari.&lt;br /&gt;Usahakan disimpan di tempat terbuka agar tidak cepat lembab.&lt;br /&gt;untuk kamera yang akan disimpan lama, keluarkan kamera dari boks sekali seminggu. sekitar 1 jam untuk dicek kinerja kamera apakah masih berfungsi dengan benar. Juga memberikan udara segar bagi si kamera.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4562392618108984175-6948815059940604197?l=fotoexclusive.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fotoexclusive.blogspot.com/feeds/6948815059940604197/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4562392618108984175&amp;postID=6948815059940604197' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4562392618108984175/posts/default/6948815059940604197'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4562392618108984175/posts/default/6948815059940604197'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fotoexclusive.blogspot.com/2008/05/mari-merawat-kamera.html' title='Mari Merawat Kamera'/><author><name>Foto Exclusive</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09212101165566289518</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4562392618108984175.post-6631148827324637158</id><published>2008-05-20T19:51:00.000-07:00</published><updated>2008-05-20T20:08:18.443-07:00</updated><title type='text'>Tips Pengambilan Foto Kembang Api</title><content type='html'>Dasar-dasar untuk foto yang sukses&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Karena event ini hanya berlangsung kira-kira setengah jam, maka tidak bisa setengah-setengah, menikmati kembang api atau mengabadikannya?, haruslah dipilih salah satu saja.&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Gunakan stativ/tripod atau tempatkan kamera pada tempat yang benar-benar stabilApabila di kamera Anda tersedia fitur Semiautomatic, maka pilihlah Exposure "Aperture priority". Dengan mode ini Anda dapat memilih terlebih dahulu bukaan lensa (Aperture), sedangkan waktu bukaannya akan disesuaikan otomatis oleh kamera. Pilihlah bukaan antara 8-11 agar gambarnya cukup tajam.Sebagai alternatif, waktu bukaan juga bisa diset secara manual menjadi lebih lama dengan menu Bulb exposure. Waktu ini juga dapat divariasikan, cobalah mulai 1 detik sampai 30 detik, hasilnya akan sangat berbeda.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak ada waktu yang paling tepat Sulitnya mengambil foto kembang api adalah karena kita tidak bisa tahu kapan waktu yang paling tepat (kapan kembang apinya mekar di udara). Hal ini tentu saja tergantung dari kapan tombol shutter ditekan, oleh karena itu sangatlah dianjurkan untuk mengambil gambar berulang-ulang. Saat ini sangat tepat untuk menggunakan fitur Continuous atau Multi-Shot.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jangan menyerah Apabila kamera Anda tidak mempunyai program semiautomatis atau manual, janganlah putus asa. Gambar kembang api yang cantik juga dapat diperoleh dengan kamera yang full automatik. Yang paling penting adalah jangan menggunakan Blitz (jangan lupa stativ atau tempat yang sangat stabil)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tempat yang tepat Rencanakan tempat dimana akan mengambil foto. Tempat yang agak tinggi lebih diutamakan. Di dalam kota, carilah tempat seperti tower/Aussichsturm (menara dimana kita bisa melihat pemandangan), teras atap di atas sebuah gedung tinggi atau di jembatan. Dari sana tidak hanya ledakan cahaya kembang api yang akan terlihat, tapi bangunan-bangunan dalam kota akan ikut terintegrasi. Di luar kota, tentu saja tempat yang tinggi akan sangat bagus, contohnya untuk menggabungkan pemandangan. Selain itu cahaya dari sekitar juga sangat sedikit dibandingkan kembang api, sehingga kontras antara kembang api dan langit malam akan lebih terlihat, warna-warna menjadi lebih berkilau dan kilatan cahaya menjadi lebih jelas terlihat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gangguan pada pixel Pada pengambilan gambar dengan situasi cahaya yang gelap, seperti kembang api, sering terjadi kerusakan pada gambar yang dinamakan Image Noise: Pada bagian gambar yang gelap menyusup diantara dua pixel gelap, titik-titik terang/putih. Hal ini dapat dicegah dengan menggunakan sensitivitas(ISO) yang rendah, di bawah ISO 400. Lebih baik lagi bila menggunakan bukaan lensa besar dengan waktu bukaan yang juga panjang. Karena efek noise ini juga diperkuatkan oleh panas, penting juga untuk mematikan kamera sesekali.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4562392618108984175-6631148827324637158?l=fotoexclusive.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fotoexclusive.blogspot.com/feeds/6631148827324637158/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4562392618108984175&amp;postID=6631148827324637158' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4562392618108984175/posts/default/6631148827324637158'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4562392618108984175/posts/default/6631148827324637158'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fotoexclusive.blogspot.com/2008/05/tips-pengambilan-foto-kembang-api.html' title='Tips Pengambilan Foto Kembang Api'/><author><name>Foto Exclusive</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09212101165566289518</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4562392618108984175.post-4792507854230547123</id><published>2008-05-20T19:21:00.000-07:00</published><updated>2008-05-20T19:41:50.347-07:00</updated><title type='text'>Tips Memperoleh Foto Bagus dengan Digicam</title><content type='html'>1.    Jangan lupa pencet separuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menajamkan foto agar tidak buram, kita harus memfokuskan foto dengan cara menekan separuh tombol pelepas rana yang biasanya ditandai dengan bunyi atau nyala dalam kotak LCD. Nah kalau sudah terkunci langsung jangan lepas telunjuk dari tombol pelepas rana tapi langsung menekan tombol pelepas rananya sampai gambar terambil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.    Hindari getaran pada tangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat memotret, usahakan tangan jangan sampai bergetar (menahan napas sebentar mungkin menjadi solusi) tapi ada solusi lain yaitu menggunakan ISO yang tinggi terutama pada cahaya kurang memungkinkan kalau belum terbantu juga kita dapat menggunakan solusi lain yaitu menggunakan tripod.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.    Cegah mata merah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakai lampu kilat kok masih jelek gambarnya??? Apalagi kalau memotret orang kok matanya merah-merah begitu???&lt;br /&gt;Lampu kilat sering dipakai untuk memotret pada keadaan gelap, namun ketika memotret orang maka pupil mata kita terbuka lebar sehingga pada saat lampu kilat menyambar pupil mata belum sempat mengecil dan itu dipantulkan lagi oleh pembuluh darah di mata, pembuluh darah itulah yang menyebabkan mata menjadi merah ketika difoto.&lt;br /&gt;Untuk mencegah itu terjadi biasanya dalam sebuah kamera digital terdapat fitur red-eyes reduction yang biasanya disatukan dengan penggunaan lampu kilat dan ditandai dengan icon mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.    Pemandangan bagus muka orang gelap???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 2 cara mengatasi masalah ini, pertama dengan menggunakan lampu kilat. Tapi mesti diingat sebelum memotret dengan lampu kilat pastikan kamera mengukur cahaya dibelakang ojek. Tandanya di LCD muka orang tampak gelap. Yang kedua dengan exposure compensation, biasanya fitur ini akan menerangkan atau menggelapkan cahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.    Warna yang ngaco&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengatasi masalah ini, gunakan fitur pengaturan White balance untuk pemilihan mode pengambilan gambar apakah pada saat mendung, terang dan gelap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.    Hindari pembesaran Digital Zoom&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua perbedaan antara kamera amatir dan kamera semi-profesional, yaitu adanya perbesaran optic dan digital. Nah apa bedanya?&lt;br /&gt;Kalau perbesaran optic mengandalkan kemampuan kamera (menonjolkan kamera untuk menmotret gambar yang jauh) sedangkan perbesaran digital mengandalkan perbesaran peranti lunak dikamera. (seolah-olah gambar maju mendekati objek tapi dengan kualitas yang jelek).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.    Resolusi diturunkan tapi kualitas jangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Resolusi dan kualitas berhubungan dalam kamera digital dan memori. Kalau memori kita kecil dan ingin menghasilkan gambar yang bagus dengan kualitas yang bagus. Sebagi contoh kita mempunyai kamera dengan resolusi 3 MP. Karena ukuran gambar untuk resolusi 3MP cukup besar maka kita dapat menurunkan resolusinya menjadi 2 Mp atau 1.3 Mp dengan kualitas yang sama.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4562392618108984175-4792507854230547123?l=fotoexclusive.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fotoexclusive.blogspot.com/feeds/4792507854230547123/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4562392618108984175&amp;postID=4792507854230547123' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4562392618108984175/posts/default/4792507854230547123'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4562392618108984175/posts/default/4792507854230547123'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fotoexclusive.blogspot.com/2008/05/tips-memperoleh-foto-bagus-dengan.html' title='Tips Memperoleh Foto Bagus dengan Digicam'/><author><name>Foto Exclusive</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09212101165566289518</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4562392618108984175.post-3388545549485547237</id><published>2007-08-30T00:59:00.000-07:00</published><updated>2008-12-10T13:44:17.426-08:00</updated><title type='text'>Kamera Pocket untuk Memotret Makro</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;Berikut akan saya coba berikan satu trik untuk satu tingkat memaksimalkan penggunaan pocket camera lebih khusus dalam sesi pemotretan jarak dekat (makro/mikro).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trik ini tidak harus meng-"hack" maupun men-disfigure salah satu peralatan yang ada di dalam kamera, seperti yang biasa dilakukan untuk kamera kelas SLR. (caranya memalfungsikan salah satu peralatan /salah satu jeroan kamera biasanya dilakukan oleh yang ahlinya contohnya untuk memaksimalkan sesi pemotretan IR (InfraRed), mereka melepas IR blocking filter di kameranya dan menggantinya dengan IR pass filter.&lt;br /&gt;Namun itu semua tentu ada konsekuensinya yaitu: kamera tersebut tidak bisa lagi digunakan untuk potografi konvensional.&lt;br /&gt;..&lt;br /&gt;Untuk memaksimalkan pengambilan gambar makro (bahkan lebih bagus lagi misalnya sampai serat kainpun terlihat jelas sekali), maka untuk jenis pocket (eksperimen saya menggunakan merk Orite 3 Mpix) dibutuhkan sebuah alat bantu. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_SxCFVQ5WgZI/RtZ5wBcQKfI/AAAAAAAAAEU/lSj8THNNrjs/s1600-h/foto1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5104401093598652914" style="CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_SxCFVQ5WgZI/RtZ5wBcQKfI/AAAAAAAAAEU/lSj8THNNrjs/s320/foto1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah alat bantu ini biasanya banyak didapatkan di tempat2 service mesin fotocopy, atau bahkan penjualan barbek (barang bekas) khusus foto copy. Saya sendiri nggak tahu pasti dibagian mana sebenarnya alat ini menempel di mesin fotocopy.&lt;br /&gt;Namun menurut perkiraan saya, ini adalah sebagai alat untuk membesarkan hasil fotocopy dan letaknya tepat dibawah kaca untuk meletakkan dokumen.&lt;br /&gt;Kalau melihat bentuknya, mungkin saja rekan2 bisa membuatnya sendiri atau dengan alat lain yang kurang lebih fisiknya seperti yang saya pakai eksperimen. Selongsong yang ujungnya ada kaca cembung ini terbuat dari sejenis plastik tahan panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelemahan dari trik ini ialah tidak bisa mengambil gambar utuh untuk ukuran besar tertentu (mungkin kalau lensanya besar bisa kali ya,,,,).&lt;br /&gt;Namun sebaliknya "sangat bisa" untuk mengambil detail objek atau binatang kecil misalnya : serangga, lalat, nyamuk dan yang super kecil . (hampir mirip lihat object dengan mikroskop kali ya..... :) )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;caranya : Mudah sekali,,,&lt;br /&gt;1. Set kamera ke makro, ( atau kalau mau eksperimen, ga makro juga ga apa... ) dan Letakkan alat tersebut menempel menutupi lensa . (bagian lensa di alat tersebut ada dibagian luar !) &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_SxCFVQ5WgZI/RtZ6jhcQKgI/AAAAAAAAAEc/6ZDGqvEyKE0/s1600-h/foto2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5104401978361915906" style="CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_SxCFVQ5WgZI/RtZ6jhcQKgI/AAAAAAAAAEc/6ZDGqvEyKE0/s320/foto2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kalau ga mau repot, alat tersebut rekatkan saja dengan selotip jadi lebih leluasa mengambil object. (beberapa foto disini saya ambil dengan cara saya pegang :) soalnya lebih mudah untuk mengikuti objek dan kalau cahaya membias ke dalam alat ini lebih mudah menggesernya.&lt;br /&gt;Walaupun pada akhirnya kalau hasil foto terkena bias sinar saya lakukan crop. Toh yang penting POI and detail object-nya kena.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Lihat objek di LCD, (seperti biasa shutter ditekan setengah kan..) sampai mendapatkan objek yang diinginkan atau sampai terlihat yang paling fokus dan detail yang diinginkan, lalu......jret!! selesai...&lt;br /&gt;Ehh..lebih baik kalau pake pocket,,suara peniru bunyi jepretan di nonaktifkan aja....(selain terasa aneh juga bisa hemat battery kalau di nonfungsikan/walaupun dikit kan lumayan. Belum lagi kalau objeknya kabur gara2 dengar bunyi aneh....ya kan..)&lt;br /&gt;Karena pakai bantuan lensa (konvensional! :)), maka yang aktif ialah kita sendiri yang me-maju mundurkan kamera. (kalau pakai zoom kayaknya malah bikin ribet deh ngatur fokusnya, lebih baik deketin objek langsung aja.)&lt;br /&gt;Agak susah dikitlah.... soalnya kan ga pakai tripod. Kalau mo pakai tripod jangan lupa shoot-nya pakai timer ya, biar gambarnya ga meleleh-leleh.... :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Khusus moto lalat, dan sebangsanya yang terkenal liar , biasanya saya "siksa" dulu biar agak teler. Kan lebih mudah motonya ...:).....................jangan ditiru ya....dosa..&lt;br /&gt;kalau pas baik hati ya....terpaksa mengendap-endap lalu pelan2 deketin objek (biasanya untuk serangga terbang yang kurus, agak transparan, dan kecil..., juga jarang ketemu kalau pas dicari :).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Bantuan Pencahayaan : mutlak!,&lt;br /&gt;Bisa pakai bantuan kreasi yang ada di artikel lain (lampu makro) .pakai lampu led bright white (putih), atau sinar matahari langsung. Saya lebih suka dengan bantuan cahaya matahari pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.Ga perlu lensa tele,,,,,,belakangnya udah blur sendiri :) :) asyik kan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.Mungkin ini yang terakhir, pas motret, lihat objeknya jangan pakai viewfinder!!! nanti pusing toejoeh keliling,, soalnya bisa ga sampai 1 cm loh kadang2 jarak objek dg lensa.&lt;br /&gt;Jadi untuk kebaikan bersama, pakailah selalu LCD monitor untuk foto makro anda...tentunya kalau pakai bantuan barbek...:) :)&lt;br /&gt;Hidup pocket kamera!!!!&lt;br /&gt;tapi aku mulai suka SLR ding...! :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hasil photonya contohnya begini : (seperti foto sblmnya,: tanpa oldig sama sekali) &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_SxCFVQ5WgZI/RtZ7tRcQKhI/AAAAAAAAAEk/cg0OAuUkrYc/s1600-h/hasil1.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_SxCFVQ5WgZI/RtZ8gRcQKiI/AAAAAAAAAEs/cb410dmv_80/s1600-h/hasil1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5104404121550596642" style="CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_SxCFVQ5WgZI/RtZ8gRcQKiI/AAAAAAAAAEs/cb410dmv_80/s320/hasil1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_SxCFVQ5WgZI/RtZ8wBcQKjI/AAAAAAAAAE0/USR8U54LfLw/s1600-h/Hasil2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5104404392133536306" style="CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_SxCFVQ5WgZI/RtZ8wBcQKjI/AAAAAAAAAE0/USR8U54LfLw/s320/Hasil2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_SxCFVQ5WgZI/RtZ9GxcQKkI/AAAAAAAAAE8/hUFoQ3zW0JI/s1600-h/hasil3.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5104404782975560258" style="CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_SxCFVQ5WgZI/RtZ9GxcQKkI/AAAAAAAAAE8/hUFoQ3zW0JI/s320/hasil3.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4562392618108984175-3388545549485547237?l=fotoexclusive.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fotoexclusive.blogspot.com/feeds/3388545549485547237/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4562392618108984175&amp;postID=3388545549485547237' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4562392618108984175/posts/default/3388545549485547237'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4562392618108984175/posts/default/3388545549485547237'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fotoexclusive.blogspot.com/2007/08/kamera-pocket-untuk-memotret-makro.html' title='Kamera Pocket untuk Memotret Makro'/><author><name>Foto Exclusive</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09212101165566289518</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_SxCFVQ5WgZI/RtZ5wBcQKfI/AAAAAAAAAEU/lSj8THNNrjs/s72-c/foto1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4562392618108984175.post-5636293570655059725</id><published>2007-08-01T20:48:00.000-07:00</published><updated>2008-12-10T13:44:18.509-08:00</updated><title type='text'>Tips Foto Pernikahan</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_SxCFVQ5WgZI/RrFUU_1bu5I/AAAAAAAAAEM/0sKrMdyxXkE/s1600-h/s1004fotoNikah.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5093945373242407826" style="CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_SxCFVQ5WgZI/RrFUU_1bu5I/AAAAAAAAAEM/0sKrMdyxXkE/s320/s1004fotoNikah.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_SxCFVQ5WgZI/RtZ9vhcQKlI/AAAAAAAAAFE/LE3FVbuANsE/s1600-h/photo+nikah.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5104405483055229522" style="CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_SxCFVQ5WgZI/RtZ9vhcQKlI/AAAAAAAAAFE/LE3FVbuANsE/s320/photo+nikah.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengabadikan saat-saat penuh bahagia di hari pernikahan pastilah menjadi bagian tak terpisah dari rangkaian acara di hari istimewa Anda. Setiap momen penuh arti diabadikan dalam bentuk video maupun foto. Jika Anda memutuskan untuk menggunakan jasa fotografi sebagai salah satu media mengabadikan kebahagian, berikut adalah tips yang mudah-mudahan bisa menjadi pengetahuan tambahan mengenai fotografi bagi Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Paket dengan harga mahal bukan jaminan bahwa Anda akan mendapat kualitas baik. Kualitas karya fotografi tidak melulu dikaitkan dengan besarnya biaya yang harus dikeluarkan, kok. Jika Anda bijak memilih, syukur-syukur kalau Anda juga mengetahui setidaknya sedikit hal dasar mengenai fotografi Anda akan lebih jeli mencari studio atau fotografer yang tidak membuat budget pernikahan Anda di luar batas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Paket yang murah. Hei, seorang teman yang menyukai fotografi mengatakan bahwa fotografi bukan produk generik. Jadi Anda jangan langsung memilih produk dengan harga sangat murah dan di bawah rata-rata tanpa mempedulikan kualitasnya. Adalah benar bahwa yang mahal belum tentu menawarkan kualitas terbaik, namun jangan jadi langsung asal pilih yang paling murah. Perhatikan betul kualitasnya jika harga yang ditawarkan ternyata di bawah rata-rata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Foto Studio. Jika Anda memilih untuk berfoto di studio foto yang memiliki lebih dari satu fotografer, pastikan Anda mengetahui benar hasil karyanya. Anda dapat memilih dan menentukan fotografer mana yang ingin Anda ajak bekerja sama. Sebelum hari pemotretan tiba, sempatkan bertemu dulu dengan sang fotografer. Foto Anda selain akan menjadi bagian dari dokumentasi juga akan menjadi karya seni, karenanya chemistry dan kesepahaman antara Anda, pasangan, dan sang fotografer harus dibangun dulu sebelum pemotretan dilakukan. Ini juga berguna untuk mengetahui gaya yang sesuai untuk Anda dan pasangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Hitam &amp;amp; Putih. Jika foto hitam putih menjadi pilihan Anda, tips berikut ini perlu Anda simak. Pastikan bahwa sang fotografer akan menangani langsung foto Anda tersebut. Hampir tak mungkin mendapatkan hasil cetak foto hitam putih yang berkualitas kecuali sang fotografer menanganinya sendiri. Dengan teknologi digital yang sekarang banyak diterapkan dalam dunia fotografi, pastikan juga bahwa Anda menyetujui rentang warna pada foto Anda. Detail pada area yang paling ingin ditonjolkan, dan shadow pada latar belakang sangat perlu diperhatikan dengan detail sebelum Anda menyetujui untuk mencetak foto tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Pencahayaan. "Payung" dan kotak-kotak yang terdapat di studio dimanfaatkan untuk membuat pencahayaan yang lebih lembut. Untuk itu Anda harus menyimak betul penampilan Anda sebelum dipotret. Perhatikan apakah gradasi putih gaun pengantin Anda akan terlihat cukup tajam nantinya, untuk ini yang mesti Anda lakukan adalah bercermin pada kaca tiga dimensi, tidak hanya pada cermin datar yang biasa Anda lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Negatif foto. Sehalus mungkin tolak "ajakan" fotografer yang menawarkan negatif foto sebagai bonus saja. Jika Anda ingin memperbesar ukuran foto dari format medium menjadi ukuran kanvas lukisan, misalnya, pastikan juga Anda mencetak negatif foto di studio profesional. Perlu kesabaran tentu saja, dan juga biaya lebih, namun hal itu cukup berharga, kok untuk mengenang hari bahagia Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Kontrak. Jika Anda membuat perjanjian mengenai foto, misalnya jumlah foto yang akan Anda terima, apakah Anda juga akan mendapatkan foto Anda dalam bentuk CD atau tidak, jangan hanya menaruh kepercayaan pada ucapan saja. Pastikan bahwa Anda dan pasngan membuat perjanjian tertulis dengan studio atau fotografer perorangan yang akan mengabadikan kenangan Anda dan pasangan. Bentuk perjanjian tertulis paling sederhana adalah bukti pembayaran dengan rincian produk dan layanan yang akan Anda terima sebagai konsumen mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Saran terakhir, sebaiknya, sih Anda lebih memilih fotografer penuh waktu. Bukan berarti fotografer paruh waktu tidak berkualitas, bukan sama sekali. Hanya saja ada kecenderungan orang yang mengabdikan diri dengan total dalam pekerjaannya menghasilkan karya yang lebih baik. Kecuali jika Anda yakin bahwa fotografer paruh waktu yang Anda inginkan memang berkualitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, siapkan diri Anda dan pasangan, dan abadikanlah pernikahan Anda!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4562392618108984175-5636293570655059725?l=fotoexclusive.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fotoexclusive.blogspot.com/feeds/5636293570655059725/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4562392618108984175&amp;postID=5636293570655059725' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4562392618108984175/posts/default/5636293570655059725'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4562392618108984175/posts/default/5636293570655059725'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fotoexclusive.blogspot.com/2007/08/tips-foto-pernikahan.html' title='Tips Foto Pernikahan'/><author><name>Foto Exclusive</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09212101165566289518</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_SxCFVQ5WgZI/RrFUU_1bu5I/AAAAAAAAAEM/0sKrMdyxXkE/s72-c/s1004fotoNikah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4562392618108984175.post-3382792478996118911</id><published>2007-08-01T20:13:00.000-07:00</published><updated>2008-12-10T13:44:18.682-08:00</updated><title type='text'>Tele-Converter dan Wide-Angle-Converter untuk Kamera Digital</title><content type='html'>(Tele-Converter) sehinnga mungkin menmfoto dari jarak yang sangat jauh.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_SxCFVQ5WgZI/RrFMtP1bu4I/AAAAAAAAAEE/R-eQAWlKIDs/s1600-h/conver1.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_SxCFVQ5WgZI/RrFMtP1bu4I/AAAAAAAAAEE/R-eQAWlKIDs/s320/conver1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5093936993761213314" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa sekarang sangat banyak yang memakai Digital Kamera atau dari analog ke Digital Kamera. Digital kamera mempunyai banyak kelebihan seperti foto hasilnya bisa langsung dilihat di computer, kecil dan praktis, tidak usah membeli film, dan masih banyak lagi.&lt;br /&gt;Banyak semi profi atau hanya hobby fotografer yang merasa kekurangan dari digital kamera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ingin memfoto jarak jauh atau memfoto pemandangan, merasa para fotografer suatu kekurangan dari All in One Digital Kamera, yaitu Objektiv yang tidak bisa ganti, biasanya sekitar dari 35mm - 100mm. Oleh karena itu muncul Converter untuk digital kamera. Sebuah Converter memungkin Objektiv dari digital kamera diperkecil (Wide-Angled- Converter) sehingga bisa mengambil gambar yang lebih lebar daripada tanpa converter atau dengan Objektiv dari kamera diperbesar (Tele-Converter) sehinnga mungkin menmfoto dari jarak yang sangat jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Timbul pertanyaan, apakah bagus dengan tambahan Converter, bagaimana dengan warna dan kualitas dari fotonya. Beberapa minggu yang lalu saya mempunyai pertanyaan yang sama juga. Saya mencoba bertanya di forum dari fn, mencari-cari artikel di internet, membaca majalah-majalah foto untuk mencari jawabannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah saya mengumpulkan informasi-informasi yang saya perlukan, saya pergi ketoko-toko foto untuk mencoba beberapa Converter. Saya bisa membawa beberapa converter kerumah untuk lebih jelas dicoba pada digital kamera saya. Dan dengan pengalaman ini, saya mencoba menulis artikel untuk menbagi pengalaman saya dengan teman - teman lain di fn.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang Converter&lt;br /&gt;Seperti yang saya jelaskan pada kata pembuka, ada 2 jenis Converter untuk digital Kamera:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Wide-Angle-Converter : digunakan untuk menghasilkan foto yang lebih lebar.      Dipasaran tersedia untuk converter jenis ini, converter dengan faktor pembesar 0,25 sampai 0,7. Dengan Faktor ini meningkat kemampuan digital kamera dalam bidang wide-angled  sampai 9mm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tele-Coverter: digunakan untuk mengambil foto dari jarak yang jauh.Dipasaran tersedia untuk converter jenis ini, converter dengan factor pembersar 1,4 sampai 2.0. Dengan Faktor ini meningkat kemampuan digital kamera dalam bidang telefoto sampai 500mm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memakai Converter ini harus sebuah digital kamera yang mempunyai sambungan yang memungkinan penambahan alat tambahan pada objektivnya. Pada umumnya pembuat digital kamera menawarkan Converter untuk produktnya, seperti Fuji, Canon, Sony, Olympus, atau Nikon, tapi untuk haraga yang sangat mahal. Dipasaran banyak perusahaan lain yang membuat Converter untuk digital Kamera, seperti Soligor, Digital Optics, Hama, Kenko, dan lain lain, perusahaan-perusahaan ini menawarkan alternativ yang lebih murah untuk Converter. Converter ini bisa dipasang langsung ke objektiv digital kamera jika sambungannya pas, atau menggunakan adapter yang banyak dijual dipasaran atau ikut dikirimkan bersama converter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil Test&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk test saya memakai Digital Kamera Fuji S304 dan beberapa Converter dari berbagai perusahaan. Banyak perbedaan hasil dari setiap Converter, ada yang menurunkan kualitas gambar, ada yang mempucat warna, ada yang menimbulkan bayangan. Dari semua Test dan hasil yang saya coba, ada beberapa Converter yang menghasilkan foto yang setidaknya bagus contohnya dari perusahaan Soligor. Saya mengambil kesimpulan dari Test ini, biasayan pada bagian Wide-Angle –Converter Faktor pembesar dibawah 0,66 sangat tidak dianjurkan, sampai faktor 0,66 gambar yang dihasilkan oleh semua converter masih bagus tapi dibawah faktor ini rata-rata ada perubahan kualitas atau bayangan dari foto yang dibuat. Untuk Tele dianjurkan tidak lebih dari Faktor 1,5, karena diatas itu biasanya tidak bisa digunakan, buram, atau warnanya benar benar berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi test ini hanya menggunakan satu model kamera, jadi untuk kamera yang lain, atau Converter dari perusahaan lain, saya anjurkan anda mencoba dulu di toko foto. Cobalah ditempat penjual mengambil beberapa foto dari maximal factor sampai minimal faktor, lalu bandingkan satu sama lain danbandingan dengan hasil tanpa Converter.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4562392618108984175-3382792478996118911?l=fotoexclusive.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fotoexclusive.blogspot.com/feeds/3382792478996118911/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4562392618108984175&amp;postID=3382792478996118911' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4562392618108984175/posts/default/3382792478996118911'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4562392618108984175/posts/default/3382792478996118911'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fotoexclusive.blogspot.com/2007/08/masa-sekarang-sangat-banyak-yang.html' title='Tele-Converter dan Wide-Angle-Converter untuk Kamera Digital'/><author><name>Foto Exclusive</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09212101165566289518</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_SxCFVQ5WgZI/RrFMtP1bu4I/AAAAAAAAAEE/R-eQAWlKIDs/s72-c/conver1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4562392618108984175.post-9149730118638746720</id><published>2007-07-21T21:09:00.001-07:00</published><updated>2008-12-10T13:44:18.923-08:00</updated><title type='text'>Pengetahuan Dasar Kamera Digital</title><content type='html'>&lt;div&gt;Apa yang dimaksud dengan Digital?Sebelum kita membahas apa itu kamera digital, mungkin kita bisa mencoba mengerti dulu apa sih yang dimaksud dengan Digital? Bagi yang belum tahu, dunia kita ini semuanya adalah analog. Bisa dibilang manusia mengenal digital tidak terlalu lama. Dahulu kala semua mesin dan peralatan mesin dijalankan secara analog, bahkan sampai sekarang pun masih banyak mesin yang masih menjalankan system analog. Contoh terutama adalah kamera anda sendiri. Lensa anda memakai teknologi mekanik. Meski demikian kamera yang memakai film sebagian besar pasti mempunyai bagian yang memakai teknologi digital. Jika kamera itu mempunyai panel LCD, sudah pasti itu merupakan teknologi digital. Menurut saya "Digital is the future", mau tidak mau kita tidak bisa menghindar bahwa semua yang ada di sekitar kita akan memakai teknologi digital.Apa yang dimaksud dengan Kamera Digital?Saya rasa semua orang pasti pernah melihat kamera. Kalau tidak mana mungkin anda mengunjungi site ini. Tapi mungkin saja sebagian dari anda yang belum pernah memegang kamera digital (tidak bermaksud mengejek). Secara penampilan kamera digital mirip dengan kamera biasa (jenis film), perbedaan terbesar kamera digital tidak memakai film. Lupakan lah pergi ke toko membeli film setiap kali anda mau pergi memotret. Kamera digital tidak memerlukan film sama sekali. Ini semua diganti dengan media penyimpan yang bisa dihapus ulang, layaknya disket komputer. Nah disket komputer khan mempunyai kapasitas sendiri, sama juga dengan memory kamera ini. Sizenya dari 8MB sampai ke 4GB (4000 MB), data ini valid pada saat Dec 2003. Formatnya pun bermacam-macam, sebagai contoh: Compact Flash (Type 1 dan 2), SD card, MMC card, Memory Stick (Khusus kamera Sony), Disket, CDR. Satu hal yang pasti dari adanya media seperti ini, anda bisa menghemat biaya karena media ini bisa dipakai berkali-kali.Mari kita masuk ke bagian teknikal dari kamera digital ini. Pertanyaan.... bagaimana kamera digital menangkap cahaya yang masuk dari lensa? Cahaya ini tidak ditangkap oleh memory (lihat atas), kerja memory hanya menyimpan gambar yang sudah diproses. Cahaya yang masuk sebenarnya ditangkap oleh CCD sensor atau CMOS sensor. CCD (Charged Coupled Device) dan CMOS (Complementary Metal Oxide Semiconductor) adalah suatu chip yang terletak tepat di belakang lensa anda. CCD Sensor (Tidak sesuai ukuran asli). Ukuran asli jauh lebih kecilUntuk kebanyakan kamera digital di pasaran chip ini kecil sekali, lebih kecil dari ukuran film 35mm. Pada saat ini hanya satu kamera saja yang mempunyai sensor sebesar 35mm yaitu Canon 1Ds. Jadi untuk kamera digital, sensor inilah yang dimaksud dengan film. CCD dan CMOS adalah 2 teknologi yang umum digunakan di dalam kamera. Umumnya kamera yang ada di pasaran menggunakan CCD sensor. Masih ada satu jenis chip yang dinamakan X3 sensor, tapi ini masih belum umum digunakan karena masih mahal harganya dan kualitas photo yang dihasilkan masih tidak terlalu berbeda dengan 2 sensor yang saya utarakan sebelumnya. Setiap kali anda membeli kamera pasti ditanya mau beli yang berapa megapixel, tahukan anda megapixel disini adalah jumlah pixel pada CCD atau CMOS sensor anda. Jadi kalau anda mempunyai 4 MegaPixel camera, berarti CCD sensor anda mempunyai sekitar 4,000,000 pixel. Satu pixel itu sangat kecil, dan satu pixel itu hanya menangkap satu jenis warna. Jika sensor diatas diperbesar sampai pixelnya terlihat maka kira-kira yang akan anda lihat seperti gambar dibawah.Kebanyakan sensor di pasaran memakai format RGBG, pixel untuk menangkap warna hijau lebih banyak. Pixel-nya sendiri tidak berwarna, diatas pixel ada coating warna.Berhubung kamera digital mempunyai sensor yang lebih kecil dari film, maka panjang fokal lensa pun tidak berlaku seperti layaknya pada kamera film biasa. Idealnya sih seharusnya ukuran sensor harus setara dengan film, tetapi itu merupakan hal yang tidak memungkinkan. Sebab untuk membuat ukuran sensor sebesar film maka harga kamera anda bisa selangit (Hanya Canon 1Ds mempunyai sensor sebesar 35mm, harganya $$$$). Lagipula dengan ukuran yang mini seperti sekarang saja, kualitas gambar sudah lumayan memuaskan.Plus and Minus of a Digital CameraSeperti yang saya utarakan terlebih dahulu bahwa "Digital is the future", maka saya akan memberikan beberapa point plus dari Kamera digital dibanding kamera yang memakai film:- Kalau dihitung secara jangka panjang, kamera digital lebih murah. Sebab tidak perlu membeli film, dan hasil potret yang gagal bisa dihapus dan tinggal mengambil shot lagi.- Hasil potret real time, kita dapat melihat hasil apakah bagus apa tidak.- Karena format sudah digital maka untuk proses editing sangat mudah, hanya perlu dihubungkan ke komputer dan diedit (Scanner sudah tidak diperlukan lagi)- Memory kamera digital sangatlah besar sehingga anda tidak perlu terlalu cepat membeli memory baruTidak ada teknologi yang sempurna, maka dari itu saya perlu memberikan point minus dari kamera digital:- Kamera digital cenderung memiliki shutter lag yang lebih lama dibanding kamera jenis film.- Harga kamera yang cenderung mahal dibanding kamera jenis film- Karena ukuran sensor yang tidak sesuai dengan kamera jenis film, maka untuk mendapatkan wide angle shot pada DSLR diharuskan membeli lensa yang lebih lebar.Sekian dulu artikel ini, semoga pengetahuan ini dapat berguna bagi para pembaca. Semua pengetahuan yang ada disini saya ambil dari berbagai sumber, salah satu sumber yang menurut saya sangat lah lengkap adalah &lt;a href="http://www.dpreview.com/"&gt;dpreview.com&lt;/a&gt;. Silahkan mengunjungi site ini, untuk pengetahuan kamera digital bisa klik link "Glossary". Untuk buku yang membahas Digital Photography, saya sarankan buku dari Tom Ang berjudul "Digital Photographer's Handbook". Buat anda yang ingin belajar mengenai basic photography saya bisa menyarankan "National Geographic Photography Field Guide: Secrets to Making Great Pictures".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini saya mencoba untuk menjelaskan lebih jauh mengenai kamera digital. Untuk artikel kali ini saya akan membandingkan kamera digital dengan kamera analog. Topik yang akan dibahas sebagai berikut: - &lt;a href="http://www.fotografer.net/isi/artikel/lihat.php?id=139#sensor"&gt;Ukuran sensor pada kamera digital dibanding dengan kamera analog&lt;/a&gt; - &lt;a href="http://www.fotografer.net/isi/artikel/lihat.php?id=139#iso"&gt;Penggunaan ISO pada kamera digital&lt;/a&gt; - &lt;a href="http://www.fotografer.net/isi/artikel/lihat.php?id=139#fl"&gt;‘Focal Length’ antara DSLR dengan SLR&lt;/a&gt; &lt;a name="sensor"&gt;&lt;/a&gt;Ukuran sensor pada kamera digital dibanding dengan kamera analog Seperti yang saya utarakan pada artikel sebelumnya. Kamera digital kelas prosumer dan consumer mempunyai sensor CCD/CMOS yang sangat kecil. Sebagai perbandingan silahkan lihat gambar di bawah.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_SxCFVQ5WgZI/RqLaTf1bu2I/AAAAAAAAAD0/8ld0dDVRAh0/s1600-h/sensors.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5089870557380066146" style="CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_SxCFVQ5WgZI/RqLaTf1bu2I/AAAAAAAAAD0/8ld0dDVRAh0/s320/sensors.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Kamera yang menggunakan 1/1.8 sensor biasanya adalah kamera kelas consumer, contoh: Olympus C-5060. Kamera yang menggunakan 2/3 sensor, contoh: Sony F717, Nikon 5700. Kelas DSLR menggunakan sensor yang lebih besar, seperti Canon D60 menggunakan 4/3 format. Sampai saat ini hanya satu digital kamera yang mempunyai sensor sebesar 35mm, kamera itu adalah Canon 1Ds. Jika anda ingin tahu ukuran sensor kamera anda, silahkan check ‘data sheet’ kamera anda, bisa didapat dari &lt;a title="www.dpreview.com" href="http://www.dpreview.com/" target="_blank"&gt;http://www.dpreview.com/&lt;/a&gt; atau &lt;a title="www.imaging-resource.com" href="http://www.imaging-resource.com/" target="_blank"&gt;http://www.imaging-resource.com/&lt;/a&gt; Total pixel antara sensor 2/3 dengan 4/3 bisa saja sama, contoh: 4 Megapixel (4 juta pixel). Yang membedakan keduanya adalah ukuran pixel. Semakin luas suatu sensor maka makin besar pula pixelnya. Pixel yang lebih besar akan menguntungkan pada penggunaan ISO yang tinggi. &lt;a name="iso"&gt;&lt;/a&gt;Penggunaan ISO pada kamera digital Dengan menggunakan sensor yang lebih besar maka otomatis pixelnya juga lebih besar. Pixel yang lebih besar memungkinkan kita untuk menggunakan ISO yang lebih tinggi. Maka dari itu jangan kaget apabila beberapa DSLR mempunyai ISO setting sampai 3200. Dimana pada kamera kelas prosumer seperti G3, ISO 400 akan menghasilkan foto dengan noise yang sangat tinggi. Ini semua disebabkan oleh sensor size, semakin besar semakin bagus. Tetapi tentu saja sensor itu salah satu component yang paling mahal di kamera digital. Berhubung kamera digital tidak mempunya film maka setting ISO dilakukan oleh perangkat elektronik di dalam kamera anda. Sewaktu anda merubah ISO value misal dari ISO100 ke ISO200, kepekaan sensor didalam kamera anda ditingkatkan. Dan di dalam dunia elektronik, nothing is perfect. There is always something to trade. Sewaktu ISO ditingkatkan sensor kamera anda diset supaya lebih sensitif terhadap cahaya. Misalkan sewaktu menggunakan ISO100 anda harus menggunakan shutter speed 1/15, apabila anda menaikkan ISO rating menjadi ISO200 maka otomatis shutter speed menjadi 1/30 (1 stop difference). The down side is, kalau sensor dinaikkan maka sensor akan mudah menangkap ‘noise’. ‘noise’ berwujud bercak-bercak di dalam foto anda, ‘noise’ akan lebih terlihat jelas apabila anda mencoba mengambil shot pada situasi minim cahaya. Contoh lain ibarat kalau anda mendengarkan lagu dengan perangkat Hi Fi, jika volume kecil maka suara yang muncul akan jernih. Tetapi bila anda mencoba menaikkan volume, maka pada suatu saat suara yang muncul akan terdengar pecah. Kira-kira seperti inilah noise itu. &lt;a name="fl"&gt;&lt;/a&gt;‘Focal Length’ antara DSLR dengan SLR Penjelasan dibawah ini hanya berguna bagi pemilik SLR dan DSLR, kamera digital kelas prosumer tidak perlu pusing tentang ‘focal length’ sebab lensa yang ada di kamera terpasang mati. Apabila anda membeli lensa tele 100mm dan dipasang ke kamera SLR anda, maka 100mm itu adalah ‘focal length’ lensa anda. Tetapi bila anda memasang lensa yang sama pada DSLR contoh Canon 300D, maka ‘focal length’ yang didapat bukan 100mm, tetapi 160mm (100mm x 1.6). Sebenarnya ‘focal length’ lensa anda tetap 100mm, tetapi ‘angle of view’ akan membuat hasil foto anda seolah-olah dihasilkan dari lensa 160mm. Ini berhubung dengan ukuran sensor kamera anda yang lebih kecil dari 35mm. Hal ini hanya berlaku pada kamera yang mempunyai ukuran sensor lebih kecil dari 35mm, Canon 1Ds tidak mengalami hal diatas. Agar lebih jelasnya, silahkan lihat di foto dibawah ini. &lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_SxCFVQ5WgZI/RqLbjP1bu3I/AAAAAAAAAD8/WAL2RmvBcqQ/s1600-h/meerkats.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5089871927474633586" style="CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_SxCFVQ5WgZI/RqLbjP1bu3I/AAAAAAAAAD8/WAL2RmvBcqQ/s320/meerkats.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Full frame adalah hasil dari lensa 100mm yang dipasang pada Canon 1Ds atau kamera SLR. Kotak kecil didalamnya, adalah hasil yang anda dapatkan bila kita memasang lensa yang sama pada Canon 10D atau 300D. Sepintas kita berpikir bahwa kita mendapat untung, sebab dengan membeli 100mm maka dapat menghasilkan 160mm. Memang betul, cuman ini semua hanya ilusi sebab panjang fokal lensa anda tetap 100mm, hanya gambar yang dihasilkan seolah-olah berasal dari 160mm lensa. DOF (Depth of Field) yang dihasilkan juga sesuai dengan perhitungan lensa 100mm, bukan 160mm. Dan satu lagi hal yang membikin sebagian orang kesal apabila anda suka memakai lensa lebar (Wide angle lens), maka anda harus membeli lensa yang lebih lebar untuk mendapatkan efek yang anda inginkan. Bayangkan suatu shot harus menggunakan lensa 24mm di kamera SLR, tetapi sewaktu anda memasang 24mm ke DSLR anda maka ‘effective focal length’ menjadi 38.4 (24mm x 1.6). Jadi untuk mendapatkan 24mm, anda harus membeli lensa lebih lebar. Tentu saja semakin lebar suatu lensa maka semakin mahal, maka bagi pecinta wide angle shot bakal kecewa dengan keterbatasan ini. Kecuali anda menggunakan Canon 1Ds yang mempunyai sensor sebesar 35mm, so what you see is what you get. &lt;br /&gt;Conclusion Kelihatannya dari awal yang kita baca cuman sisi negatif melulu dari kamera digital. Sebenarnya kalau mau lihat sisi positif, maka sisi negatif itu bisa dilupakan. Bayangkan anda tidak perlu membeli film lagi, tidak perlu capek-capek scan film/slide, tidak perlu pusing soal ISO dan masih banyak lagi. Akhir kata, as I always said. Digital is the future, sooner or later film will be phase out. Mungkin film masih bisa survive, tetapi hanya sebagai pendamping digital. &lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4562392618108984175-9149730118638746720?l=fotoexclusive.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fotoexclusive.blogspot.com/feeds/9149730118638746720/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4562392618108984175&amp;postID=9149730118638746720' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4562392618108984175/posts/default/9149730118638746720'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4562392618108984175/posts/default/9149730118638746720'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fotoexclusive.blogspot.com/2007/07/pengetahuan-dasar-kamera-digital.html' title='Pengetahuan Dasar Kamera Digital'/><author><name>Foto Exclusive</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09212101165566289518</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_SxCFVQ5WgZI/RqLaTf1bu2I/AAAAAAAAAD0/8ld0dDVRAh0/s72-c/sensors.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4562392618108984175.post-3628832987786011054</id><published>2007-07-18T20:57:00.000-07:00</published><updated>2008-12-10T13:44:19.559-08:00</updated><title type='text'>Foto - Foto Kolase</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_SxCFVQ5WgZI/Rp7mqGmpB8I/AAAAAAAAADs/iOb4o7o86SI/s1600-h/Resepsi+OK+copy.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5088758239976818626" style="CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_SxCFVQ5WgZI/Rp7mqGmpB8I/AAAAAAAAADs/iOb4o7o86SI/s320/Resepsi+OK+copy.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_SxCFVQ5WgZI/Rp7ljmmpB7I/AAAAAAAAADk/_t_cJRTVjZ8/s1600-h/19.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5088757028796041138" style="CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_SxCFVQ5WgZI/Rp7ljmmpB7I/AAAAAAAAADk/_t_cJRTVjZ8/s320/19.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_SxCFVQ5WgZI/Rp7iOGmpB6I/AAAAAAAAADc/q2CJRGG8Wjg/s1600-h/15.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5088753360893970338" style="CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_SxCFVQ5WgZI/Rp7iOGmpB6I/AAAAAAAAADc/q2CJRGG8Wjg/s320/15.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami juga siap mendesign foto - foto digital anda dan dimasukkan kedalam Album anti gores 40 halaman.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4562392618108984175-3628832987786011054?l=fotoexclusive.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fotoexclusive.blogspot.com/feeds/3628832987786011054/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4562392618108984175&amp;postID=3628832987786011054' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4562392618108984175/posts/default/3628832987786011054'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4562392618108984175/posts/default/3628832987786011054'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fotoexclusive.blogspot.com/2007/07/foto-foto-kolase.html' title='Foto - Foto Kolase'/><author><name>Foto Exclusive</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09212101165566289518</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_SxCFVQ5WgZI/Rp7mqGmpB8I/AAAAAAAAADs/iOb4o7o86SI/s72-c/Resepsi+OK+copy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4562392618108984175.post-1235301146982135014</id><published>2007-07-15T01:54:00.000-07:00</published><updated>2007-07-15T01:58:58.366-07:00</updated><title type='text'>Memperbaiki Tone Nikon D70 dengan Custom Curve</title><content type='html'>Artikel ini ditulis sekedar untuk sharing mengenai cara meningkatkan kemampuan D70. Seperti yang mungkin dirasakan oleh saya sendiri dan sebagian teman-teman pemilik kamera DSLR Nikon D70, yaitu warna yang dihasilkan Nikon D70 terkadang terlihat 'mati', memang warna yang dihasilkan D70 natural, namun belum bisa membuat gambar tersebut menjadi 'hidup'.&lt;br /&gt;Masalah ini mungkin dapat diatasi dengan melakukan berbagai custom setting, seperti white balance, saturation dan color space, namun cara ini akam memakan waktu dan tenaga yang tidak sedikit.&lt;br /&gt;Setelah cari sana sini (lewat google :P) ternyata ada cara yang lebih mudah untuk ditempuh, yaitu dengan menggunakan fasilitas custom curve yang dimiliki oleh D70, ternyata warna D70 bisa di tuning agar sesuai dengan keinginan kita dengan menggunakan software Nikon Capture 3 ke atas (yang saya gunakan adalah Nikon Capture Versi 4.1 - Trial).&lt;br /&gt;Sebagai permulaan, anda bisa coba untuk men-download curves yang sudah saya kumpulkan dari berbagai sumber (download curve &lt;a title="disini" href="http://www.resepkita.com/karya/d70-Curves.zip"&gt;disini&lt;/a&gt;). Jika anda sudah cukup mengerti mengenai cara kerja curve dan efeknya terhadap gambar yang dihasilkan, adapun dapat membuat custom curve anda sendiri dengan menggunakan software Nikon Capture.&lt;br /&gt;Note: penggunaan custom curve hanyalah sebagai metode alternatif, dan untuk mengurangi beban Post processing bagi fotografer, yang biasanya mengambil ratusan gambar dalam satu sesi, dan kemudian melakukan post processing di software image editing (kebanyang kan repotnya ngurusin ratusan foto satu per satu, hanya untuk memperbaiki tone warna dari foto tersebut :P, dan coba bayangkan betapa terbantunya sang fotografer, bila curve yang biasa digunakan langsung di apply ke foto oleh si kamera sendiri :D)&lt;br /&gt;Ok, setelah anda men-download curve tadi, extarct curve tersebut ke sebuah folder, dan ikuti langkah 2x berikut, untuk meng-install curve tersebut ke D70 anda.&lt;br /&gt;1. Nyalakan D70 anda, dan masuk ke menu, pilih menu tools (diwakili oleh icon berbentuk kunci pas - berwarna kuning) lalu pilih menu USB, dan set menu USB tersebut menjadi PTP (secara default D70 menggunakan setting USB 'Mass Storage'), keluar dari menu dan matikan kamera anda.&lt;br /&gt;2. Hubungkan konektor USB kamera anda ke komputer, kemudian nyalakan kamera anda. (biasanya akan muncul dialog installsi hardware baru, tunggu sampai dialog tersebut selesai)&lt;br /&gt;3. Ketika anda meng-install software Nikon capture, maka anda akan menemui 2 jenis software yaitu:  - Nikon Capture Camera Control  - Nikon Capture Editor    Untuk kepentingan installasi curve, kita akan menggunakan Nikon Capture Camera Control.&lt;br /&gt;4. Ketika kamera sudah terhubung ke komputer, jalankan program Nikon capture Camera Control.&lt;br /&gt;5. Pilih menu 'Camera' - 'Edit Camera Curve', maka akan muncul dialog window, yang berisi, informasi curve yang digunakan kamera dan sebuah sample image.&lt;br /&gt;6. Klik tombol 'Load...' kemudian pilih salah satu curve yang sudah anda extract.&lt;br /&gt;7. untuk meng-install curve tersebut ke dalam kamera anda, klik tombol 'OK' dibawah sample image. (mungkin anda akan melihat bahwa warna sample image terlihat tidak bagus, abaikan saja, karena warna yang akan dihasilkan kamera anda akan sangat berbeda denagn warna pada sample image).&lt;br /&gt;8. Setalah Klik OK, maka windowedit curve akan tertutup, matikan software nikon capture anda, baru kemudian matikan kamera anda, dan cabut kabel usb yang terhubung di kamera.&lt;br /&gt;9. Nah sudah bisa dicoba deh D70 dengan Curve baru yang sudah di Install :) dan Rasakan Bedanya :D&lt;br /&gt;URL yang cukup berguna untuk informasi lebih lanjut mengenai Custom Curve Nikon D70: &lt;a href="http://members.aol.com/bhaber/D70/curves.html"&gt;http://members.aol.com/bhaber/D70/curves.html&lt;/a&gt; &lt;a href="http://fotogenetic.dearingfilm.com/index.html"&gt;http://fotogenetic.dearingfilm.com/index.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.pbase.com/oldskoo1/the_curves"&gt;http://www.pbase.com/oldskoo1/the_curves&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Dharma Saputra&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4562392618108984175-1235301146982135014?l=fotoexclusive.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fotoexclusive.blogspot.com/feeds/1235301146982135014/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4562392618108984175&amp;postID=1235301146982135014' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4562392618108984175/posts/default/1235301146982135014'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4562392618108984175/posts/default/1235301146982135014'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fotoexclusive.blogspot.com/2007/07/memperbaiki-tone-nikon-d70-dengan.html' title='Memperbaiki Tone Nikon D70 dengan Custom Curve'/><author><name>Foto Exclusive</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09212101165566289518</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4562392618108984175.post-4578420247318938571</id><published>2007-07-10T02:47:00.000-07:00</published><updated>2007-07-10T02:49:32.418-07:00</updated><title type='text'>Membeli kamera atau lensa baru dan bekas</title><content type='html'>Banyak fotografer lebih suka membeli kamera atau lensa dalam keadaan baru. Ini  adalah suatu hal yang wajar, karena kita akan mendapatkan model terbaru, kondisi  peralatan yang prima, dan umumnya mendapatkan masa garansi. Bila budget yang  tersedia mencukupi, maka membeli kamera atau lensa dalam keadaan baru mungkin  adalah pilihan terbaik.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Tips membeli kamera atau lensa baru:&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Tentukan fasilitas kamera yang diperlukan, tipe dan merek yang diinginkan  sesuai dalam&lt;br /&gt;rentang budget yang tersedia. Untuk mendapatkan gambaran rentang  harga, hubungi beberapa toko kamera melalui telepon.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kunjungi toko kamera dan coba beberapa tipe kamera pilihan anda, untuk  merasakan kamera&lt;br /&gt;yang akan anda beli. Pemilihan tipe dan merek adalah sangat  bersifat personal/pribadi&lt;br /&gt;sehingga anda sebaiknya mencoba sendiri semua segi  pemilihan  yang penting untuk anda&lt;br /&gt;(spesifikasi, ergonomi, kontrol, kemudahan  pemakaian).&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dapatkan lensa terbaik sesuai budget anda. Lensa adalah bagian kamera yang  akan&lt;br /&gt;membentuk dan menentukan kualitas hasil foto, sehingga (menurut pendapat  saya) lebih&lt;br /&gt;penting dari body kamera yang digunakan. Untuk mendapatkan  informasi mengenai kualitas&lt;br /&gt;lensa, lihat di &lt;a href="http://www.photozone.de/"&gt;PhotoZone&lt;/a&gt; atau &lt;a href="http://www.photodo.com/"&gt;Photodo&lt;/a&gt; web site.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Tetapi  membeli dalam keadaan bekas pakai/secondhand patut pula dipertimbangkan.  Selain&lt;br /&gt;harga yang lebih murah, ada beberapa alasan untuk membeli kamera atau  lensa dalam keadaan&lt;br /&gt;bekas, diantaranya: anda menginginkan kamera atau lensa  dengan spesifikasi tertentu tetapi&lt;br /&gt;terlalu mahal untuk membeli dalam keadaan  baru; atau anda menginginkan backup kamera&lt;br /&gt;(untuk digunakan dengan lensa atau  film jenis lainnya). Berikut ini adalah panduan untuk&lt;br /&gt;membeli kamera atau  lensa dalam keadaan bekas (khususnya kamera auto fokus):&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Tips membeli kamera bekas:&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Periksa keadaan umum kamera, yang akan memberikan gambaran bagaimana pemilik  sebelumnya&lt;br /&gt;merawat dan menggunakan kamera tersebut. Hindari kamera dengan  cacat luar ataupun cacat&lt;br /&gt;dalam yang nyata.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nyalakan kontrol kamera, dan cek apakah seluruh fungsi dan tombol kontrol  atau dial&lt;br /&gt;kamera berjalan dengan semestinya.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Coba fungsi autofokus dengan sebuah lensa untuk tes, apakah berjalan dengan  baik dan&lt;br /&gt;akurat.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lihat dari viewfinder kamera dan pastikan gambar dan viewfinder display  (bila ada)&lt;br /&gt;terlihat jelas. Sedikit partikel debu atau kotoran umum didapati  pada kamera bekas, tetapi&lt;br /&gt;adanya cacat/benda asing di viewfinder harus  dihindari.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cek kondisi dan fungsi LCD panel. Cobalah mengganti mode eksposure untuk  memastikan&lt;br /&gt;setiap mode terdisplay dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cek shutter pada berbagai speed/kecepatan, dari yang tercepat sampai  terlambat. Anda&lt;br /&gt;seharusnya akan dapat mendengar adanya perbedaan waktu sesuai  dengan pengesetan speed&lt;br /&gt;shutter pada proses pemotretan.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lepaskan lensa dan lihat bagian dalam kamera dari arah depan. Cek kondisi  kaca/mirror&lt;br /&gt;apakah tidak terdapat goresan atau retakan dan apakah kaca  membuka/menutup kembali dengan&lt;br /&gt;semestinya dalam setiap proses pemotretan.  Juga periksa kondisi focusing screen (di bagian&lt;br /&gt;atas kaca) apakah dalam  kondisi baik dan bebas goresan.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lihat keadaan mount lensa pada body. Pastikan tidak terdapat distorsi atau  kerusakan&lt;br /&gt;mount karena benturan, dan seluruh pin atau gear/lever pada mount  dalam keadaan baik.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Buka bagian belakang kamera, dan lihat keadaan shutter. Seluruh blade  shutter harus&lt;br /&gt;dalam keadaan rata dan tanpa goresan. Set kamera pada speed  lambat, dan tekan tombol&lt;br /&gt;shutter untuk melihat dan memastikan shutter dapat  terbuka dalam keadaan penuh. Cek juga&lt;br /&gt;kondisi rail film dan pressure-plate,  yang harus dalam keadaan bebas dari goresan.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mintalah bantuan petugas/penjual untuk memasang tes film di dalam body. Cek  apakah&lt;br /&gt;kamera me-load, wind, dan rewind film dengan semestinya.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bukalah kompartemen baterai, untuk meyakinkan tidak terdapat kerusakan  kontak pin yang&lt;br /&gt;disebabkan oleh baterai bocor.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bila mungkin, mintalah masa garansi (1 atau 3 bulan) dari penjual. &lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;strong&gt;Tips membeli lensa bekas:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Periksa keadaan umum lensa, dan hindari lensa dengan cacat yang nyata.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Goyangkan lensa. Tidak terlalu keras, tetapi cukup kuat untuk mendengar dan  mendeteksi&lt;br /&gt;bila ada elemen gelas di dalam lensa yang tidak terpasang dengan  baik atau bahkan&lt;br /&gt;terlepas.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Periksa bagian depan dan belakang lensa dengan seksama. Hindari lensa dengan  elemen&lt;br /&gt;depan/belakang yang tergores, retak, atau pecah kecil/gumpil.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lihat bagian dalam lensa ke sumber cahaya (misalnya lampu). Sedikit debu  merupakan hal&lt;br /&gt;yang umum, sedikit jamur (kemungkinan besar) dapat dibersihkan  atau diservis. Sebaiknya&lt;br /&gt;hindari lensa dengan jamur yang banyak dan tebal,  atau mempunyai partikel asing di&lt;br /&gt;dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pasang lensa pada kamera (sebaiknya milik anda) dan yakinkan seluruh fungsi  kamera dan&lt;br /&gt;lensa berjalan dengan semestinya.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Periksa apakah aperture dalam lensa menutup sesuai pengesetan dalam  pemotretan. Buka&lt;br /&gt;bagian belakang kamera, set dalam mode Bulb, dan tekan  tombol shutter. Lakukan tes ini&lt;br /&gt;pada seluruh rentang aperture lensa.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Periksa fungsi autofokus pada lensa, apakah berjalan dengan semestinya dan  akurat.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Periksa manual fokus ring pada lensa. Yakinkan manual fokus ring berfungsi  dengan baik,&lt;br /&gt;tanpa suara atau sendatan pada mode manual fokus.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bila lensa tipe zoom, periksa apakah mekanisme zoom lensa berjalan dengan  halus dan&lt;br /&gt;lancar. Hindari lensa dengan mekanisme zoom yang tersendat-sendat,  terlalu keras, atau&lt;br /&gt;terlalu kendor.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Periksalah filter thread pada bagian depan lensa, dan yakinkan tidak  terdapat kerusakan&lt;br /&gt;atau kemacetan. Bila ragu-ragu, lakukan tes dengan  memasang sebuah filter pada lensa&lt;br /&gt;tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bila mungkin, mintalah masa garansi dari penjual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disarikan dari  pengalaman pribadi, dan beberapa buku referensi tambahan (Canon EOS Systems  Guide, Photographer handbook)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;b&gt;Oleh: &lt;/b&gt;&lt;a href="/isi/anggota/profil.php?id=4483"&gt;Bambang Suroyo&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4562392618108984175-4578420247318938571?l=fotoexclusive.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fotoexclusive.blogspot.com/feeds/4578420247318938571/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4562392618108984175&amp;postID=4578420247318938571' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4562392618108984175/posts/default/4578420247318938571'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4562392618108984175/posts/default/4578420247318938571'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fotoexclusive.blogspot.com/2007/07/membeli-kamera-atau-lensa-baru-dan.html' title='Membeli kamera atau lensa baru dan bekas'/><author><name>Foto Exclusive</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09212101165566289518</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4562392618108984175.post-1781174765146963359</id><published>2007-07-10T02:38:00.000-07:00</published><updated>2007-07-10T02:45:54.804-07:00</updated><title type='text'>High Speed Photography</title><content type='html'>&lt;p class="MsoPlainText" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;strong&gt;High Speed Photography&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div class="MsoPlainText" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoPlainText" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;High Speed Photography (HSP)  atau Fotografi kecepatan tinggi  biasa digunakan oleh Ilmuwan untuk keperluan riset dibidang antara lain Fisika,  kimia, metalurgi, biologi dll.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoPlainText" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoPlainText" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Dua  faktor yang diperlukan pada HSP adalah  :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoPlainText" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;1.  Kecepatan expose yang super tinggi (1/10.000 – 1/50.000 detik malah untuk  keperluan khusus bisa 1/1.000.000 detik), Kecepatan tinggi ini tidak bisa di  lakukan oleh bukaan Rana, sehingga diperlukan pendekatan lain yaitu dengan   durasi nyala lampu kilat yang singkat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;2.  Moment expose yang harus tepat, ini yang paling susah jika kita hanya  mengandalkan kecepatan reflek panca indra (selain itu ada delay expose dari  kamera kita yang tidak memungkinkan kita menggunakannya), untuk itu diperlukan  system sensor yang bisa mentriger lampu kilat pada saat yang kita  inginkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div class="MsoPlainText" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoPlainText" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;strong&gt;1. Lampu Kilat&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoPlainText" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Pada   dasarnya semua lampu kilat yang ada dipasaran bisa digunakan asalkan kita mau  memodifikasi lampu kilat tsb (rangkaian elektronikanya ada yang dirubah), yang  mudah memodifikasi adalah lampu kilat yang mempunyai fungsi Auto atau TTL , baik  secara permanen dengan membongkar alat elektronikanya (Hanya menghubung singkat  rangkaian tyristornya saja) atau memanipulasi sensor lampu kilat dengan sebuah  kertas putih saja. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div class="MsoPlainText" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih mudah lagi jika lampu kilatnya mempunyai  fasilitas mengecilkan power (ada yang bisa ½ , ¼ , 1/8 , …, sampai 1/128) karena  semakin kecil power yang dihasilkan maka semakin kecil durasi nyala lampu (lihat  gambar)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoPlainText" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt; &lt;img title="" alt="" src="http://70.85.26.5/images/artikel/upload/durasi_flash1.gif" height="290" width="346" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;div class="MsoPlainText" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Kurva hitam adalah karakteristik nyala lampu kilat dengan  kekuatan penuh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Kurva hijau, kurva power  untuk lampu kilat tipe tertentu jika dikurangi kekuatan powernya.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div class="MsoPlainText" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Kurva merah dan biru karakteristik nyala lampu kilat pada  umumnya jika dikuranggi kekuatan powernya. (selain durasi lebih pendek,  Intensitas juga lebih kecil).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div class="MsoPlainText" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Yang digunakan biasanya adalah Te yaitu durasi nyala pada 1/3  (atau ½) peak power.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div class="MsoPlainText" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Pada umumnya durasi efektif (Te) lampu kilat sekitar 1/500 –  1/1.000 detik ( 2.000 – 1.000 mikrodetik dengan 1 mikrodetik = 1/1.000.000  detik), dengan mengecilkan besar kekuatan (power) lampu maka kita bisa  mengecilkan durasi Te sampai 200 – 20 mikrodetik atau 1/5.000 -1/50.000 detik)  Semakin kecil powernya semakin kecil durasi nyala lampu, jadi idealnya adalah  kita mempunyai lampu blitz yang mempunyai GN sangat besar sehingga jika kita  menggunakan 1/32 power, GN-nya  masih cukup besar untuk expose foto).&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p class="MsoPlainText" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;(  Mengenai cara modifikasi secara elektronik saya belum bisa bahas karena saya  juga harus banyak buka buku elektronika lagi nih…., tapi pada prinsipnya alat  sensor lampu kilat adalah sensor cahaya yang jika terkena cahaya banyak makaia  akan mempunyai nilai hambatan (ohm) yang kecil nah sensor ini yang kita  hubung-singkatkan (atau pakai hambatan geser/ variabel resistor)  sehingga kita  bisa mengatur power lampu kilat.)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;strong&gt;2. Sensor Triger&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Yang  kita perlukan dalam HPS adalah sensor yang mengenali momen berbentuk bisa:  suara, gerak, kontak, dan lintasan. Selain itu kita memerlukan penunda waktu  (delay timer) untuk memastikan kita kapan kita menginginkan lampu kilat kita  menyala, (Penunda waktu ini bisa kita atur lama-tidaknya dalam orde mikro dan  milidetik dengan mengubah nilai kapasitansi Capasitor dan/atau nilai hambatan  resisstor.)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="MsoPlainText" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan sensor kontak  dapat kita buat secara manual, dengan prinsip ketika ada objek mengenai  (menekan) sensor kontak (seperti bola jatuh) maka ia akan terhubung, dan  kabelnya kita bisa hubungkan ke lampu kilat atau ke penunda waktu dulu (mengenai  bentuk nanti saya lampirkan pada tulisan selanjutnya, sekarang saya juga sedang  mendesain sensor kontak yang cukup kecil dan efektif)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoPlainText" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;(Mengenai cara merangkai dan mengunakannya nanti akan saya  lampirkan pada tulisan selanjutnya)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div class="MsoPlainText" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;3. Menghitung lama durasi lampu dan delay  timer&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoPlainText" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Ada  beberapa cara untuk menghitung durasi (Te) lampu kita, apakah sudah cukup cepat  untuk membekukan objek foto yang akan kita foto, salah satunya adalah dengan  menggunakan kipas angin, sebenarnya kita bisa menghitung secara tepat berapa  milidetik Te lampu, jika kita mengetahui secara tepat berapa RPM kipas angin  yang kita punyai (mungkin bisa dilihat dari spek barang, atau memakai dynamo  yang dijual dipasaran yang sudah diketahui RPM-nya), jika kita tidak  mengetahuinya  kita hanya bisa mengukur secara kualitatif saja.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="MsoPlainText" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Caranya  : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt; &lt;ul&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;li&gt; &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Potong karton hitam  dengan pola bundar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;buat tanda garis putih  (dari arah poros kearah luar, tipis saja) dan tempelkan double tape di belakang  karton&lt;/span&gt; .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;lepas jeruji kipas  angin lalu  tempelkan karton yang sudah digunting.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div class="MsoPlainText" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Nyalakan kipas angin pada kecepatan tertinggi, foto diruangan  yang cukup gelap dengan menggunakan lampu kilat yang akan kita ukur Te-nya, dari  bayangan tanda yang kita dapat kita dapat mengukur berapa derajat gerakan tanda  dan jika kita ketahui RPM kipas angin atau Te pada full power, maka dengan  matematika sederhana kita bisa ukur berapa Te lampu kita. Pada percobaan yang  saya lakukan Te lampu kilat = 1/900 detik (didapat dari speksifikasi lampu  kilat) dan simpangan garis =5,5 derajat maka dengan power = 1/16 didapat  simpangan garis =0,4 derajat sehingga didapat Te 1/16 =  0,4/5.5*1/900 =  1/12.375 detik. Berhubung saya tidak mempunyai kipas angin yang lebih cepat lagi  RPM-nya maka pengukuran Te dengan power yang lebih kecil jadi sulit dilakukan.  Diperlukan RPM yang 4-5 kali lebih tinggi agar pengukuran dapat dilakukan lebih  akurat.&lt;/span&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/ul&gt; &lt;div class="MsoPlainText" style="margin: 0cm 0cm 0pt;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;img title="" alt="" src="http://www.fotografer.net/images/artikel/upload/full_power1.jpg" height="400" width="400" /&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoPlainText" style="margin: 0cm 0cm 0pt;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;strong&gt;Te: 1/900 detik&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div class="MsoPlainText" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt; &lt;div class="MsoPlainText" style="margin: 0cm 0cm 0pt;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;img title="" alt="" src="http://www.fotografer.net/images/artikel/upload/seperenambelas.jpg" height="400" width="400" /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoPlainText" style="margin: 0cm 0cm 0pt;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;strong&gt;Te: 0,4/5.5*1/900 = 1/12.375  detik&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt; &lt;ul&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;li&gt; &lt;div class="MsoPlainText" style="margin: 0cm 0cm 0pt;" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Untuk mengukur interval (jeda waktu delay timer) dibutuhkan 2  buah lampu kilat, yang satu dihubungkan kabel trigger input delay timer dan yang  satu output delay timer. Atur varibel resistor dan foto di ruangan yang gelap.  Dari dua garis putih didapatkan perbedaan sudut sehingga kita dapat menghitung  jeda delay timer.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p class="MsoPlainText" style="margin: 0cm 0cm 0pt;" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;strong&gt;4. Eksperimen.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div class="MsoPlainText" style="margin: 0cm 0cm 0pt;" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Banyak hal yang kita bisa lakukan jika sensor sudah jadi  :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="MsoPlainText" style="margin: 0cm 0cm 0pt;" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoPlainText" style="margin: 0cm 0cm 0pt;" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;1. sensor suara, memotret objek yang bersuara keras seperti :  lampu pecah, balon meledak, pukulan bola tenis, golf,  peluru pistol,  dsb.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText" style="margin: 0cm 0cm 0pt;" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText" style="margin: 0cm 0cm 0pt;" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Pada percobaan ini saya menggunakan Table top dengan akrilik,  kaca gelap yang dibawahnya dilapisi karton hitam, 1 lampu kilat (power 1/32)  yang diletakkan di belakang akrilik, kain hitam di kiri,  kanan, belakang dan  atas table top. Dilakukan tes pendahuluan berupa pencahayaan dengan lampu mati  dan pencahayaan dengan lampu dinyalakan, dari sini didapatkan nilai diafragma   dan jarak lampu kilat ke akrilik (karena kita tidak bisa seenak mengatur  diafragma dan power lampu kilat, selain itu untuk menghasilkan efek vinyet pada  foto).&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div class="MsoPlainText" style="margin: 0cm 0cm 0pt;" align="left"&gt; &lt;p class="MsoPlainText" style="margin: 0cm 0cm 0pt;" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText" style="margin: 0cm 0cm 0pt;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;img title="" alt="" src="http://www.fotografer.net/images/artikel/upload/seting-1_copy.jpg" height="400" width="400" /&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div class="MsoPlainText" style="margin: 0cm 0cm 0pt;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Seting Pemotretan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="MsoPlainText" style="margin: 0cm 0cm 0pt;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoPlainText" style="margin: 0cm 0cm 0pt;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;img title="" alt="" src="http://www.fotografer.net/images/artikel/upload/tes_lampu-2a.jpg" height="400" width="400" /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div class="MsoPlainText" style="margin: 0cm 0cm 0pt;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Tes Pencahayaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="MsoPlainText" style="margin: 0cm 0cm 0pt;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoPlainText" style="margin: 0cm 0cm 0pt;" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;2. Sensor cahaya (dark triger), prinsip dari sensor ini  adalah jika ada benda melewati optocopler (pasangan antara LED infra merah dan  Photo transistor) maka sinar LED akan terhalang benda sehingga Photo transistor  tidak mendapat cahaya (kondisi gelap) maka sensor akan mentriger lampu. Jadi  kita bisa memotret : tetesan air, jatuhnya benda, gerak dawai/senar/karet  bergetar, memotret binatang kecil (lebah, burung kolibri dll), jika jarak antara  LED dan photo transistor sangat lebar maka diperlukan sistem pemfokusan cahaya  atau menggunakan sinar laser (yang banyak dijual sebagai mainan anak)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText" style="margin: 0cm 0cm 0pt;" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Pada percobaan ini saya menggunakan Table top dengan akrilik,  kaca gelap yang dibawahnya dilapisi karton hitam, 1 lampu kilat (power 1/16)  yang diletakkan di belakang akrilik, kain hitam di kiri,  kanan, belakang dan  atas table top. Sebelumnya dilakukan percobaan dengan menjatuhkan uang dari atas  sensor lalu memutar variable resistor juga ketinggian sensor untuk mendapatkan  efek jatuh yang diinginkan, selain itu juga didapatkan letak (juga jarak) lampu  kilat yang tepat untuk menghasilkan efek pencahayaan yang diinginkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText" style="margin: 0cm 0cm 0pt;" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div class="MsoPlainText" style="margin: 0cm 0cm 0pt;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;img title="" style="width: 405px; height: 443px;" alt="" src="http://www.fotografer.net/images/artikel/upload/seting-2_copy.jpg" height="443" width="405" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="MsoPlainText" style="margin: 0cm 0cm 0pt;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;  Seting Pemotretan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="MsoPlainText" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="MsoPlainText" style="margin: 0cm 0cm 0pt;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;img title="" alt="" src="http://www.fotografer.net/images/artikel/upload/tes_uang-a.jpg" height="400" width="400" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoPlainText" style="margin: 0cm 0cm 0pt;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;strong&gt;Tes Pencahayaan dan letak jatuh&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText" style="margin: 0cm 0cm 0pt;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;strong&gt;      &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText" style="margin: 0cm 0cm 0pt;" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;3. Sensor kontak, Kita bisa memotert pantulan Bola, binatang,  pukulan bola di raket dll. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;(percobaan akan saya  lakukan dalam waktu dekat)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText" style="margin: 0cm 0cm 0pt;" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText" style="margin: 0cm 0cm 0pt;" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Kunci dari keberhasilan pemotretan  adalah :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt; &lt;ol&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;li&gt; &lt;div class="MsoPlainText" style="margin: 0cm 0cm 0pt;" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Mengatur delay timer agar kita bisa mendapat moment yang  tepat, ini memerlukan percobaan berkali-kali, catat setiap perubahan setingan  delay timer dan jarak sensor ke POI kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div class="MsoPlainText" style="margin: 0cm 0cm 0pt;" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Pencahayaan, ini karena kita hanya mempunyai 1 lampu yang ber  GN kecil. Bisa juga kita mengunakan 2 lampu, asal bermerek dan tipe sama dan  lampu kita hubungkan ke trigger yang sama, jangan menggunakan sistem slave unit,  karena slave unit akam menyebabkan waktu nyala yang berbeda (walaupun hanya  berkisar mili detik, tapi pada HPS ini ditabukan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div class="MsoPlainText" style="margin: 0cm 0cm 0pt;" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Jika kita memakai satu lampu usahakan lampu dekat dengan  objek, jika objeknya cukup besar maka kita harus memakai pembaur (soft box  kecil) agar kontras dan bayangan objek terjaga. Lalu gunakan refektor yang nilai  reflektifnya tinggi (bisa kertas alumunium atau bahkan cermin).&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div class="MsoPlainText" style="margin: 0cm 0cm 0pt;" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Jika kita punya DSLR, akan lebih membantu lagi, karena kita  bisa pasang di ISO 200 atau 400, jadi keterbatasan GN kecil bisa direduksi, dan  kita bisa menggunakan diafragma yang cukup kecil bukaannya, untuk mendapatkan  DOF yang rentangnya lebar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div class="MsoPlainText" style="margin: 0cm 0cm 0pt;" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Karena kita akan menggunakan kecepatan B, atau beberapa detik  (2-4 detik), maka ruangan harus cukup gelap (tidak harus gelap total), dan ini  menimbulkan kesulitan lain, seperti pengaturan gerakan kita, gunakan senter  kecil untuk mempermudah percobaan kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div class="MsoPlainText" style="margin: 0cm 0cm 0pt;" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Gunakan Alat Bantu agar percobaan berhasil, seperti tripot,  isolasi , kain hitam dll, agar tidak terlalu pusing dalam melakukan  percobaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div class="MsoPlainText" style="margin: 0cm 0cm 0pt;" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Dan terakhir.., banyak-banyak bermimpi dan berkhayal mau  bikin eksperimen apa yang belum pernah dicoba.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;li&gt;&lt;div class="MsoPlainText" style="margin: 0cm 0cm 0pt;" align="left"&gt;&lt;b&gt;Oleh: &lt;/b&gt;&lt;a href="/isi/anggota/profil.php?id=19919"&gt;Salahudin Damar Jaya&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4562392618108984175-1781174765146963359?l=fotoexclusive.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fotoexclusive.blogspot.com/feeds/1781174765146963359/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4562392618108984175&amp;postID=1781174765146963359' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4562392618108984175/posts/default/1781174765146963359'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4562392618108984175/posts/default/1781174765146963359'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fotoexclusive.blogspot.com/2007/07/high-speed-photography.html' title='High Speed Photography'/><author><name>Foto Exclusive</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09212101165566289518</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4562392618108984175.post-1166700442377434357</id><published>2007-07-04T00:52:00.000-07:00</published><updated>2007-07-04T01:02:19.525-07:00</updated><title type='text'>Fotografi Jusnalistik sebagai Media Komunikasi</title><content type='html'>“I don’t know any photojournalists who do the job for the sake of money. They do it to communicate”. (James nachtwey)&lt;br /&gt;Pendahuluan&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Fotografi jurnalistik muncul dan berkembang di dunia sudah lama sekali, tetapi lain halnya dengan di Indonesia, foto pertama yang di buat oleh seorang warga negara Indonesia terjadi pada detik-detik ketika bangsa ini berhasil melepaskan diri dari belenggu rantai penjajahan. Alex Mendur (1907-1984) yang bekerja sebagai kepala foto kantor berita Jepang Domei, dan adiknya sendiri Frans Soemarto Mendur (1913-1971), mengabadikan peristiwa pembacaan teks Proklamasi kemerdekaan republik Indonesia dengan kamera Leica, dan pada saat itulah pada pukul 10 pagi tanggal 17 Agustus 1945 foto jurnalis Indonesia lahir.Fotografi JurnalistikDefinisi fotografi dapat diketahui dengan menyimpulkan ciri-ciri yang melekat pada foto yang dihasilkan.&lt;br /&gt;1. Ciri-ciri foto jurnalis:&lt;br /&gt;2. Memiliki nilai berita atau menjadi berita itu sendiri.&lt;br /&gt;3. Melengkapi suatu berita/artikel.&lt;br /&gt;Dimuat dalam suatu media.&lt;br /&gt;Sebuah foto dapat berdiri sendiri, tapi jurnalistik tanpa foto rasanya kurang lengkap, mengapa foto begitu penting ?, karena foto merupakan salah satu media visual untuk merekam/mengabadikan atau menceritakan suatu peristiwa.“Semua foto pada dasarnya adalah dokumentasi dan foto jurnalistik adalah bagian dari foto dokumentasi” (Kartono Ryadi, Editor foto harian Kompas). Perbedaan foto jurnalis adalah terletak pada pilihan, membuat foto jurnalis berarti memilih foto mana yang cocok. ( ex: di dalam peristiwa pernikahan, dokumentasi berarti mengambil/memfoto seluruh peristiwa dari mulai penerimaan tamu sampai selesai, tapi seorang wartawan foto hanya mengambil yang menarik, apakah public figure atau saat pemotongan tumpeng saat tumpengnya jatuh, khan menarik) hal lain yang membedakan antara foto dokumentasi dengan foto jurnalis hanya terbatas pada apakah foto itu dipublikasikan (media massa) atau tidak.&lt;br /&gt;Nilai suatu foto ditentukan oleh beberapa unsur:&lt;br /&gt;1. Aktualitas.&lt;br /&gt;2. Berhubungan dengan berita.&lt;br /&gt;3. Kejadian luar biasa.&lt;br /&gt;4. Promosi.&lt;br /&gt;5. Kepentingan.&lt;br /&gt;6. Human Interest.&lt;br /&gt;7. Universal.&lt;br /&gt;Foto jurnalistik terbagi menjadi beberapa bagian:&lt;br /&gt;1. Spot news : Foto-foto insidential/ tanpa perencanaan. (ex: foto bencana, kerusuhan, dll).&lt;br /&gt;2.General news : Foto yang terencana (ex : foto SU MPR, foto olahraga).&lt;br /&gt;3.Foto Feature : Foto untuk mendukung suatu artikel.&lt;br /&gt;4.Esai Foto : Kumpulan beberapa foto yang dapat bercerita.&lt;br /&gt;Foto yang suksesBatasan sukses atau tidaknya sebuah foto jurnalistik tergantung pada persiapan yang matang dan kerja keras bukan pada keberuntungan. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa ada foto yang merupakan hasil dari “being in the right place at the right time” . Tetapi seorang jurnalis profesional adalah seorang jurnalis yang melakukan riset terhadap subjek,mampu menetukan peristiwa potensial dan foto seperti apa yang akan mendukungnya (antisipasi). Itu semua sangat penting mengingat suatu moment yang baik hanya berlangsung sekian detik dan mustahil untuk diulang kembali. Etika, empati, nurani merupakan hal yang amat penting dan sebuah nilai lebih yang ada dalam diri jurnalis foto.Seorang jurnalis foto harus bisa menggambarkan kejadian sesungguhnya lewat karya fotonya, intinya foto yang dihasilkan harus bisa bercerita sehingga tanpa harus menjelaskan orang sudah mengerti isi dari foto tersebut dan tanpa memanipulasi foto tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Wendra A&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4562392618108984175-1166700442377434357?l=fotoexclusive.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fotoexclusive.blogspot.com/feeds/1166700442377434357/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4562392618108984175&amp;postID=1166700442377434357' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4562392618108984175/posts/default/1166700442377434357'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4562392618108984175/posts/default/1166700442377434357'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fotoexclusive.blogspot.com/2007/07/fotografi-jusnalistik-sebagai-media.html' title='Fotografi Jusnalistik sebagai Media Komunikasi'/><author><name>Foto Exclusive</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09212101165566289518</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4562392618108984175.post-6451753082277720935</id><published>2007-07-02T20:11:00.000-07:00</published><updated>2008-12-10T13:44:20.177-08:00</updated><title type='text'>Variasi Album</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_SxCFVQ5WgZI/Rom_J68hvxI/AAAAAAAAADU/qs94zzppgQI/s1600-h/Berlian.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5082803831627169554" style="CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_SxCFVQ5WgZI/Rom_J68hvxI/AAAAAAAAADU/qs94zzppgQI/s320/Berlian.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_SxCFVQ5WgZI/Rom-9q8hvwI/AAAAAAAAADM/PcIIsV3oGTY/s1600-h/Gelas.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5082803621173772034" style="CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_SxCFVQ5WgZI/Rom-9q8hvwI/AAAAAAAAADM/PcIIsV3oGTY/s320/Gelas.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_SxCFVQ5WgZI/Rom-xK8hvvI/AAAAAAAAADE/nYPsFIQgvpw/s1600-h/Kipas+OK.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5082803406425407218" style="CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_SxCFVQ5WgZI/Rom-xK8hvvI/AAAAAAAAADE/nYPsFIQgvpw/s320/Kipas+OK.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dekorasi Variasi Foto&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4562392618108984175-6451753082277720935?l=fotoexclusive.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fotoexclusive.blogspot.com/feeds/6451753082277720935/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4562392618108984175&amp;postID=6451753082277720935' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4562392618108984175/posts/default/6451753082277720935'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4562392618108984175/posts/default/6451753082277720935'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fotoexclusive.blogspot.com/2007/07/variasi-album.html' title='Variasi Album'/><author><name>Foto Exclusive</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09212101165566289518</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_SxCFVQ5WgZI/Rom_J68hvxI/AAAAAAAAADU/qs94zzppgQI/s72-c/Berlian.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4562392618108984175.post-2364198220622109761</id><published>2007-07-02T19:39:00.000-07:00</published><updated>2008-12-10T13:44:20.542-08:00</updated><title type='text'>Dokumentasi Kanvas</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_SxCFVQ5WgZI/Rom3cK8hvuI/AAAAAAAAAC8/UPr8RGyTygM/s1600-h/Photosunda1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5082795349066759906" style="CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_SxCFVQ5WgZI/Rom3cK8hvuI/AAAAAAAAAC8/UPr8RGyTygM/s320/Photosunda1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_SxCFVQ5WgZI/Rom3M68hvtI/AAAAAAAAAC0/8RA4Tq4PVjk/s1600-h/Photojawa1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5082795087073754834" style="CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_SxCFVQ5WgZI/Rom3M68hvtI/AAAAAAAAAC0/8RA4Tq4PVjk/s320/Photojawa1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Foto Kanvas Ukir Emas&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4562392618108984175-2364198220622109761?l=fotoexclusive.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fotoexclusive.blogspot.com/feeds/2364198220622109761/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4562392618108984175&amp;postID=2364198220622109761' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4562392618108984175/posts/default/2364198220622109761'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4562392618108984175/posts/default/2364198220622109761'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fotoexclusive.blogspot.com/2007/07/dokumentasi-kanvas.html' title='Dokumentasi Kanvas'/><author><name>Foto Exclusive</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09212101165566289518</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_SxCFVQ5WgZI/Rom3cK8hvuI/AAAAAAAAAC8/UPr8RGyTygM/s72-c/Photosunda1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4562392618108984175.post-4532287158266770214</id><published>2007-06-21T18:55:00.000-07:00</published><updated>2007-06-21T19:11:26.546-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Tips memotret dengan ponsel kamera</title><content type='html'>&lt;span class="searchtext"&gt;Anda sering memotret dengan ponsel ber-kamera? Atau anda  adalah pemula yang baru ingin mencoba untuk memotret. Berikut kami sajikan tips  untuk memotret dengan ponsel ber-kamera bagi yang masih amatir:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Lebih  dekat ke obyek&lt;br /&gt;Ponsel kamera yang beredar kebanyakan tidak dibekali dengan  lensa zoom yang maksimal, jadi pastikan Anda mendekati obyek yang akan dibidik.  Format pengambilan foto close up membuat hasil foto terlihat jauh lebih detail.  Tapi hati-hati. Jaga jarak Anda dengan obyek. Mode pengambilan gambar makro  tidak selalu bisa dijumpai di ponsel. Pengambilan gambar yang terlalu dekat bisa  membuat gambar blur.&lt;br /&gt;2. Hati-hati dengan cahaya&lt;br /&gt;Ingat baik-baik  premis ini, low light = gambar buruk. Cobalah untuk mengambil gambar dalam  kondisi penerangan yang cukup, kecuali ponsel kamera Anda memiliki flash yang  terintegrasi. Saat memotret di bawah terpaan sinar matahari, obyek jangan  membelakangi datangnya cahaya. Hal ini bisa dilanggar ketika Anda ingin  bereksperimen membuat foto siluet.&lt;br /&gt;3. Perhatikan latar belakang&lt;br /&gt;Tempatkan obyek dengan latar belakang yang tidak terlalu sibuk. Perhatikan  juga apakah latar belakang tidak mengganggu obyek. Jangan sampai pohon yang ada  di belakang obyek misalnya seolah-olah tumbuh dari kepala si obyek.&lt;br /&gt;4.  Coba angle yang berbeda&lt;br /&gt;Jangan takut untuk bereksperimen. Jika ponsel Anda  dibekali dengan kartu memori yang cukup, cobalah mengambil foto dengan angle  yang berbeda- beda. Foto Anda akan terlihat tidak monoton dan lebih kreatif.&lt;br /&gt;5. Pilih resolusi yang tinggi&lt;br /&gt;Makin tinggi resolusi yang Anda pakai,  makin baik gambar yang dihasilkan. Perbedaan kualitas foto antara resolusi  tinggi dan rendah tidak akan terlihat di layar ponsel. Perbedaan ini baru akan  terlihat saat Anda memindahkan foto dan melihatnya dari layar komputer.&lt;br /&gt;6. Bersihkan lensa&lt;br /&gt;Ponsel kamera umumnya tidak dibekali dengan  penutup lensa. Ini membuat lensa mudah kotor karena terkena debu atau cap jari  Anda yang tertinggal. Pastikan untuk membersihkan lensa Anda sebelum mengambil  foto.&lt;br /&gt;7. Bijaksanalah menggunakan memori&lt;br /&gt;Biasakan untuk memindahkan  foto Anda ke PC. Jadi selalu ada kapasitas memori yang cukup untuk mengambil  foto.&lt;br /&gt;8. Steady&lt;br /&gt;Jaga keseimbangan. Usahakan tangan Anda jangan  sampai bergoyang saat tombol shutter ditekan. Ini untuk menjaga agar foto Anda  tidak blur.&lt;br /&gt;9. Eksplorasi fitur yang tersedia&lt;br /&gt;Ponsel kamera untuk  tipe-tipe ponsel mid-end dan high-end umumnya dibekali dengan fitur yang cukup  lengkap. Di sana bisa Anda temukan pengaturan brightness, exposure, white  balance, dan fitur-fitur lain. Sesekali sempatkanlah untuk mengeksplorasi fitur  apa saja yang ada di ponsel. Dengan mengenal perangkat yang Anda gunakan, Anda  bisa menggunakannya dengan optimal&lt;br /&gt;10. Eksperimen dengan White Balance&lt;br /&gt;Ponsel Anda memiliki fitur white balance? Cobalah mengutak-atik fitur ini.  Anda bisa memodifikasi warna dan menghasilkan foto yang berbeda.&lt;br /&gt;11.  Hindari penggunaan digital zoom&lt;br /&gt;Dekatkan diri ke obyek dengan cara menggeser  posisi Anda, bukan dengan digital zoom. Penggunaan digital zoom bisa membuat  kualitas gambar berkurang&lt;br /&gt;12. Perhatikan ukuran cetakan&lt;br /&gt;Foto yang  dibidik dari ponsel bisa dicetak dengan kualitas maksimal jika Anda menyesuaikan  ukuran cetakan dengan resolusi gambar.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Sumber: Trendigital&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4562392618108984175-4532287158266770214?l=fotoexclusive.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fotoexclusive.blogspot.com/feeds/4532287158266770214/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4562392618108984175&amp;postID=4532287158266770214' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4562392618108984175/posts/default/4532287158266770214'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4562392618108984175/posts/default/4532287158266770214'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fotoexclusive.blogspot.com/2007/06/tips-memotret-dengan-ponsel-kamera.html' title='Tips memotret dengan ponsel kamera'/><author><name>Foto Exclusive</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09212101165566289518</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4562392618108984175.post-3728895613646816343</id><published>2007-06-20T23:38:00.000-07:00</published><updated>2007-06-20T23:41:06.494-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>PANDUAN MEMILIH KAMERA (KAMERA APA YANG PALING BAIK?)</title><content type='html'>KAMERA APA YANG PALING BAIK?&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Pertanyaan di atas kerap dilontarkan  terutama oleh pemula, terutama anggota yang baru bergabung di Fotografer.Net  ini. Kelanjutannya sudah bisa ditebak, topiknya menjadi bahan tertawaan dan  tidak kurang komentar-komentar pedas seperti &lt;i&gt;"baca dulu topik-topik  lama"&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;"udah cari di Google.com belum?"&lt;/i&gt;, atau &lt;i&gt;"mustinya kamu baca2  dulu review-review kamera, kan banyak di Internet"&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang untuk  anggota yang sudah lama pertanyaan ini cenderung menyebalkan, selalu muncul  berulang-ulang dan si penanya terkesan culun dan malas karena pertanyaannya  terlalu umum. Padahal mungkin yang bertanya cukup serius dan penuh ketidaktahuan  (dan sedikit faktor malas membaca aturan). Padahal kuncinya cuma satu: Anda  sendiri yang bisa menjawabnya. Meminjam kata-kata fotografer dan jurnalis  kenamaan Om Arbain Rambey: &lt;i&gt;"kalau ada kamera yang paling baik pasti kamera  merek itu bakal laku keras dan merek lain nggak bakal laku"&lt;/i&gt;. Betul juga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya untuk menjawab masalah klasik ini saya sudah pernah menulis  artikel &lt;a href="/isi/artikel/lihat.php?id=517"&gt;TO BUY OR NOT TO BUY&lt;/a&gt; yang  mustinya cukup bermanfaat untuk Anda yang ingin membeli kamera baru atau  mengganti kameranya dengan model yang lebih mutakhir. Tapi karena faktor  ketidaktahuan (dan sedikit kemalasan) tadi maka artikel tersebut sering  terlewat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OK, untuk menghemat waktu, saya akan sarikan sedikit artikel  tersebut di sini ditambah beberapa tips lain di akhir tulisan ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah-langkah memilih kamera:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Kenali karakteristik Anda  sendiri dalam bidang fotografi &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Seberapa sering kita memotret? (misal: sepuluh gambar dalam sebulan,  limaratus gambar dalam sehari)  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Situasi memotret yang bagaimana yang paling sering kita hadapi? (misal:  dalam ruangan, lapangan olahraga, perjalanan, studio, dsb.)  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berapa anggaran yang kita sediakan?  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Seberapa perlu untuk memiliki kamera tersebut? (misal: harus punya besok,  karena untuk memotret adik Anda yang akan menikah lusa)  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Target waktu 'balik modal' dari kamera yang akan kita beli  tersebut?&lt;br /&gt;Tips: jika Anda bukan profesional dalam arti dapurnya ngebul bukan  dari fotografi, 'balik modal' bisa diukur dari kefasihan Anda dalam memahami  penggunaan kamera tersebut. Contoh: jika Anda masih perlu lebih dari 2 detik  dalam menyetel mirror lock-up atau white balance, mungkin kamera Anda itu masih  belum 'balik modal'. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;2) Tentukan fitur-fitur kamera yang Anda  inginkan sesuai karakteristik memotret Anda di atas. Fitur-fitur tersebut  seperti: &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Harga  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berat  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Warna body  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ukuran sensor dan resolusi  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ukuran body  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Panjang focal lensa (zoom berapa kali? Dari berapa mm ke berapa mm?)  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jenis batere (jenis AA biasa atau Lithium yang khusus)  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kekuatan flash  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ketersediaan asesoris  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kemampuan ISO tinggi untuk pemotretan dalam cahaya rendah tanpa flash  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;dsb. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;3) Susunlah fitur-fitur tersebut sesuai skala prioritas: &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Prioritas 1:&lt;/b&gt; Must have. Kamera tersebut harus memiliki fitur ini.  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Prioritas 2:&lt;/b&gt; Good to have. Fitur yang dianggap penting namun bisa  dikorbankan jika memang tidak tersedia.  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Prioritas 3:&lt;/b&gt; Nice to have. Fitur yang tidak penting, kalau tidak ada  ya tidak apa-apa, tapi kalaupun ada tentu lebih menyenangkan. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;4)  Baca-baca review kamera dari berbagai majalah fotografi &amp; gadget atau  situs-situs fotografi. Carilah kamera yang memiliki fitur seperti yang Anda  inginkan di atas. Situs-situs tersebut seperti: &lt;ul&gt;&lt;li&gt;www.dpreview.com  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;www.dcviews.com  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;www.steves-digicams.com  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;reviews.cnet.com  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;www.digitalcamerareview.com  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;www.fredmiranda.com  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;www.dcresource.com  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;dsb. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;5) Tips-tips tambahan:  &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Jangan bersikap fleksibel terhadap budget yang sudah Anda sediakan. Pilihan  model kamera memang dibuat sedemikian rupa supaya seolah dengan 'nambah uang  dikit lagi akan dapat fitur tambahan ini dan itu'. Ingat-ingat prioritas fitur  di Langkah 3 di atas.  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jangan lupa menyiapkan dana untuk membeli asesoris penting seperti memory  card, batere, lensa tambahan, dsb.  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jika Anda benar-benar ingin belajar fotografi, belilah kamera yang ada mode  &lt;b&gt;Manual&lt;/b&gt; nya. Tidak harus SLR atau Digital SLR, bisa juga pocket camera  tapi asal ada pilihan &lt;i&gt;speed, diafragma &amp;amp; ISO&lt;/i&gt; yang bisa disetel secara  manual oleh kita sendiri.  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pilih kamera yang baterenya tahan lama atau batere cadangannya tidak mahal,  percuma bawa kamera kalau tidak bisa dipakai kan?  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jangan percaya begitu saja terhadap apa kata orang bahkan teman sekalipun.  Kamera yang baik untuk mereka belum tentu baik untuk Anda. Telaah kembali  karakteristik fotografi Anda dan bandingkan dengan karakteristik fotografi teman  Anda tersebut. Jika memang banyak kemiripan, bolehlah menaruh kepercayaan  kepadanya.  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Usahakan untuk &lt;b&gt;mencoba sendiri&lt;/b&gt; perangkat fotografi yang hendak Anda  beli. Jepretlah sebanyak mungkin sebatas tidak membuat si penjual menjadi kesal  dan analisa hasilnya dengan teliti. Bila perlu bayar dulu dengan perjanjian bisa  dikembalikan dalam waktu 3 hari jika memang tidak cocok. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Demikian  sedikit sumbang pikiran dan saran dari saya, semoga bermanfaat untuk mengawali  explorasi teman-teman di bidang fotografi. Topik ini saya buat &lt;i&gt;sticky&lt;/i&gt;  atau wajib dibaca di kategori Pemula, jadi kalau masih ada yang bertanya kamera  apa yang paling baik yaa... wajar kalau dapat tanggapan pedas, OK?&lt;br /&gt;                                                                                                        Forum Diskusi Fotographer&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4562392618108984175-3728895613646816343?l=fotoexclusive.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fotoexclusive.blogspot.com/feeds/3728895613646816343/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4562392618108984175&amp;postID=3728895613646816343' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4562392618108984175/posts/default/3728895613646816343'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4562392618108984175/posts/default/3728895613646816343'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fotoexclusive.blogspot.com/2007/06/panduan-memilih-kamera-kamera-apa-yang.html' title='PANDUAN MEMILIH KAMERA (KAMERA APA YANG PALING BAIK?)'/><author><name>Foto Exclusive</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09212101165566289518</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4562392618108984175.post-3628428138282535224</id><published>2007-06-19T22:22:00.001-07:00</published><updated>2007-06-19T22:58:17.812-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Membuat Dokumentasi Foto Keluarga</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia,times new roman,times,serif;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oleh  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia,times new roman,times,serif;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Eddy Suntoro&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika berkunjung ke rumah  teman untuk bersilaturahmi sambil merayakan Idul Fitri baru-baru ini, penulis  sempat terkesima dan merasa kagum melihat sekumpulan foto-foto (tepatnya pasfoto  ukuran 4 x 6 cm) di dalam pigura berukuran 100 cm x 75 cm, yang dipajang di  dinding tembok ruang tamu. "Ini adalah kumpulan foto-foto keluarga saya, yang  menggambarkan silsilah atau garis keturunan mulai dari keluarga kakek-nenek  saya, sampai cucu-cucunya," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut si teman, dokumentasi foto  keluarga tersebut dibuatnya cukup lama, karena harus mencari foto-foto lama,  terutama foto kakek-nenek yang tidak diketahui keberadaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setelah  foto-fotonya terkumpul lengkap dan diketahui susunan silsilah hubungan keluarga,  baru ditempel di kertas karton manila dan dimasukkan dalam pigura, sehingga  jadilah dokumentasi foto keluarga seperti ini," katanya sambil menunjuk ke  kumpulan foto dalam pigura tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kumpulan foto itu disusun secara  hirarkis sebagaimana layaknya dalam struktur organisasi. Foto paling atas  berjejer gambar kakek-nenek yang masing-masing di bawahnya diberi keterangan  nama dan tempat tanggal lahir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memudahkan mengetahui silsilah  keluarga, dari foto paling atas diberi tanda panah ke bawah yang menunjukkan  garis keturunan berikutnya dan seterusnya sampai ke cucu dan cicit atau mulai  dari generasi pertama sampai generasi terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dokumentasi foto  keluarga ini sangat peting, terutama bagi cucu dan cicit yang merupakan generasi  ketiga, keempat dan seterusnya. Dengan foto ini diharapkan generasi mendatang  mengetahui silsilah dan hubungan keluarga satu dengan lainnya, sehingga bisa  dijalin terus tali persaudaraan," kata sang teman menjelaskan manfaat  dokumentasi foto keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Belum  Terlambat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bagi Anda yang belum memiliki dokumentasi foto keluarga,  tidak ada kata terlambat untuk membuatnya. Dokumentasi foto keluarga yang ditata  dengan baik dan dipigura menggunakan kayu yang kokoh dan bagian pinggirnya  diukir, selain akan berfungsi sebagai hiasan ruang tamu atau keluarga, juga  sangat bermanfaat bagi anggota keluarga yang ingin mengetahui asal-usul sebuah  keluarga, karena di dalamnya bisa menggambarkan silsilah keluarga dalam beberapa  generasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokumentasi foto keluarga bisa disusun mulai dari keluarga Anda  sendiri, yaitu keluarga inti yang terdiri dari ayah, ibu dan anak, atau ditambah  generasi sebelumnya yang terdiri dari kakek-nenek dan seterusnya. Semakin  lengkap foto-foto keluarga yang dikumpulkan, akan semakin baik, karena akan  diketahui lebih jelas asal usul suatu keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakalanya setelah  seseorang melihat sebuah dokumentasi foto keluarga, baru tahu bahwa si A adalah  keluarganya sendiri. "Oh si Amir itu anaknya bapak Yanuar. Kalau begitu masih  ada hubungan keluarga dong kita dengan si Amir," Ucapan demikian sering kita  dengar dan bisa terjadi, karena satu keluarga dengan keluarga lainnya sangat  jarang bertemu, akibat tempat tinggal yang berjauhan, sehingga bisa baru  berkumpul setahun sekali saat merayakan hari raya Idul Fitri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tidak Sulit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Untuk membuat dokumentasi foto  keluarga pada dasarnya tidak terlalu sulit. Pertama, tetapkan dulu berapa  generasi atau keturunan foto keluarga yang akan disusun dan dibuat di dalam  pigura. Kalau hanya untuk dua generasi mulai dari kakek-nenek, tentu tidak  sulit. Tetapi, jika ingin ditambah satu atau dua generasi di atasnya, tentu  harus rajin mencari foto-fotonya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, mencari dan mengumpulkan foto.  Cari dan kumpulkan foto-foto yang akan disusun dalam dokumentasi foto keluarga.  Jika foto yang dicari belum ketemu bisa menanyakan kepada angogota keluarga yang  memilikinya. Misalnya kepada paman. Kalau foto yang dimiliki ternyata hanya  satu-satunya dan tidak diberikan, bisa dipinjam untuk dilakukan repro di studio  foto. Kalau ada, sebaiknya pinjam klise (negatif film), sehingga bisa dicetak  sesuai dengan ukuran yang dikehendaki. Jika tidak ada, terpaksa Anda harus  bermodal sedikit untuk memotret keluarga yang belum ada fotonya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga,  setelah semua foto yang akan ditempel di dalam pigura terkumpul, lakukan  peng-cropping-an, terutama untuk foto-foto yang berukuran besar. Misalnya dari  foto ukuran 3R di-cropping dengan cara mengambil bagian wajah dengan ukuran 4x6  cm. Sedangkan bagian lainnya disimpan atau dibuang karena tidak terpakai. Dengan  adanya keseragaman ukuran foto, maka akan membuat tampilan dokumentasi foto  keluarga indah dan menarik bagi yang melihatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, dari beberapa  puluh lembar foto yang terkumpul, susun sesuai dengan urutan silsilah keluarga,  sehingga tidak salah dalam penataannya. Untuk menghindari kesalahan, sebaiknya  dibuat terlebih dahulu dummy atau contoh dokumentasi foto yang akan  dibuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caranya, ambil kertas ukuran folio yang masih kosong. Buat  kotak-kotak sesuai dengan jumlah foto yang akan ditempel berdasarkan silsilah  keluarga. Selanjutnya setiap kotak diberi nama foto yang akan ditempel, lengkap  dengan nama, tempat dan tanggal lahirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar foto yang akan dipasang di  pigura tidak salah susunannya, sebaiknya dummy dokumentasi foto keluarga yang  sudah dibuat, ditanyakan dulu kepada kakek-nenek, orang tua, paman atau keluarga  lainnya yang mengetahui secara tepat susunan silsilah keluarga. Hal tersebut  sangat penting dilakukan, untuk menghindari kesalahan penempatan foto, atau  barangkali masih ada foto-foto yang kurang, sehingga harus dilengkapi  dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, jika dummy dokumentasi foto keluarga sudah benar  susunannya, baru dilakukan pembuatan sebenarnya. Pembuatan bisa dilakukan  sendiri, yang penting lumayan baik kualitasnya dan jelas susunan silsilah  keluarganya. Sedangkan jika ingin lebih menarik dan terlihat lebih artistik  dapat menggunakan jasa desain grafis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam membuat dokumentasi foto  keluarga, jangan lupa menulis judul foto keluarga, yang diletakkan paling atas.  Misalnya bertuliskan "Keluarga Besar Eddy Suntoro", dan di pojok kiri bawah  ditulis tahun pembuatannya. Misalnya: Dibuat tanggal 1 Januari  2005.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam, agar dokumentasi foto keluarga bisa awet dan kokoh. Pilih  pigura dengan bahan dari kayu jati atau kamper. Bagian pinggirnya bisa polos  atau diberi ukiran sesuai selera, sedangkan kaca penutupnya menggunakan ukuran  ketebalan 3 sampai 5 mm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokumentasi foto keluarga yang dibingkai dengan  kokoh selain dapat bertahan lama, juga memudahkan cara perawatannya, yaitu cukup  dibersihkan (dilap) dibagian kaca depan dan pinggiran lis untuk menghilangkan  debu dan kotoran lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4562392618108984175-3628428138282535224?l=fotoexclusive.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fotoexclusive.blogspot.com/feeds/3628428138282535224/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4562392618108984175&amp;postID=3628428138282535224' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4562392618108984175/posts/default/3628428138282535224'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4562392618108984175/posts/default/3628428138282535224'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fotoexclusive.blogspot.com/2007/06/membuat-dokumentasi-foto-keluarga.html' title='Membuat Dokumentasi Foto Keluarga'/><author><name>Foto Exclusive</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09212101165566289518</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4562392618108984175.post-8569019946290059761</id><published>2007-06-19T20:03:00.001-07:00</published><updated>2008-07-09T21:19:27.780-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penawaran'/><title type='text'>KAPAN ANDA atau Perusahaan ada acara?</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Panggil kami saja, kami menyediakan tukang foto atau fotografer yang siap mendokumentasikan untuk foto rapat, pernikahan, pengantin, sehingga sebagai pasangan muda-mudi yang baru &lt;i&gt;married&lt;/i&gt;, Anda akan dapat memfokuskan pada hal-hal terpenting dalam bahtera perkawinan. &lt;?xml:namespace prefix = o /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;?xml:namespace prefix = u1 /&gt;&lt;u1:p style="FONT-FAMILY: courier new"&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Pokoknya, kami siap mendokumentasikan berbagai acara penting Anda, entah itu konferensi wartawan atau pers, atau &lt;i&gt;press conference&lt;/i&gt; dan sejenisnya. &lt;i&gt;Anda&lt;/i&gt; butuh dokumentasi shooting foto acara-acara seminar, perkawinan, meeting, atau konferensi pers, product launching, workshop, kunjungan menteri, kunjungan prinsipal ke kantor atau ke pabrik Anda, dan acara-acara penting lainnya? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="font-family:courier new;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Silahkan kapan saja Anda secara Individu atau Organisasi membutuhkan bantuan untuk mendokumentasi berbagai event penting Anda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="font-family:courier new;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Daripada Anda repot-repot dan dipusingkan dengan urusan foto-memfoto dan mendokumentasikan lewat handycam atau camcorder, mengapa tidak serahkan kepada kami untuk melakuk,annya?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="font-family:courier new;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Ingat yang penting fokuskan perhatian Anda pada apa yang telah Anda persiapkan untuk berlangsungnya suatu acara dengan sukses dan sesuai dengan keinginan Anda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="font-family:courier new;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Bicarakan kebutuhan dokumentasi foto yang Anda atau perusahaan inginkan! Kami akan berikan Harga pelayanan yang pantas dan sangat kompetitif loh, termasuk berbagai kelebihan yang ada.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="font-family:courier new;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Fotografer atau tukang foto kami dapat menggunakan camera manual maupun Digital Camera, yang hasil jepretan pun tidak diragukan lagi. Hasil foto dapat berupa Album yang sudah kami dekor &amp;amp; variasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;p  style="font-family:courier new;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Untuk hasil yang lebih untuk pernikahan maupun foto studio dapat juga kami cetak dalam bentuk lukisan kanvas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;p  style="font-family:courier new;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;So what? ingin dokumentasi foto untuk acara Anda, maka ingat kami kapan saja, dan kalau ingin cepat kontak kami di no Hp : &lt;b&gt;(021) 98736616 atau email : mustafast@yahoo.com&lt;/b&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Bagaimana? Kami tunggu ya . . .&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4562392618108984175-8569019946290059761?l=fotoexclusive.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fotoexclusive.blogspot.com/feeds/8569019946290059761/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4562392618108984175&amp;postID=8569019946290059761' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4562392618108984175/posts/default/8569019946290059761'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4562392618108984175/posts/default/8569019946290059761'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fotoexclusive.blogspot.com/2007/06/kapan-anda-atau-perusahaan-ada-acara.html' title='KAPAN ANDA atau Perusahaan ada acara?'/><author><name>Foto Exclusive</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09212101165566289518</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4562392618108984175.post-1536983087644681026</id><published>2007-06-19T19:33:00.000-07:00</published><updated>2007-06-19T19:39:44.138-07:00</updated><title type='text'>Ingin Pakai Jasa kami</title><content type='html'>Untuk pemakaian jasa kami temen - temen dapat langsung aja contact kami. Team Foto exclusive selalu siap untuk hadir disetiap acara anda semua. Untuk jasa biasanya kita hitung paket album, tapi bisa juga hitungannya dalam roll film setiap pengambilan jasa dokumentasi foto.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4562392618108984175-1536983087644681026?l=fotoexclusive.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fotoexclusive.blogspot.com/feeds/1536983087644681026/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4562392618108984175&amp;postID=1536983087644681026' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4562392618108984175/posts/default/1536983087644681026'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4562392618108984175/posts/default/1536983087644681026'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fotoexclusive.blogspot.com/2007/06/ingin-pakai-jasa-kami.html' title='Ingin Pakai Jasa kami'/><author><name>Foto Exclusive</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09212101165566289518</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4562392618108984175.post-6264621304404342265</id><published>2007-06-18T23:04:00.001-07:00</published><updated>2008-12-10T13:44:21.108-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Foto'/><title type='text'>Seminar Persatuan Tarbiyah Islamiyah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_SxCFVQ5WgZI/RndyqA4eOfI/AAAAAAAAAB0/F2L2ZQkDuD0/s1600-h/seminar+Perti.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_SxCFVQ5WgZI/RndyqA4eOfI/AAAAAAAAAB0/F2L2ZQkDuD0/s320/seminar+Perti.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5077653171000457714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_SxCFVQ5WgZI/RndycQ4eOeI/AAAAAAAAABs/zguvT1fEJhE/s1600-h/seminar+Perti2.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_SxCFVQ5WgZI/RndycQ4eOeI/AAAAAAAAABs/zguvT1fEJhE/s320/seminar+Perti2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5077652934777256418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_SxCFVQ5WgZI/RndyPw4eOdI/AAAAAAAAABk/dZZzYy1rWBg/s1600-h/seminar+Perti3.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_SxCFVQ5WgZI/RndyPw4eOdI/AAAAAAAAABk/dZZzYy1rWBg/s320/seminar+Perti3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5077652720028891602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seminar wawasan kebangsaan Persatuan Tarbiyah Islamiyah&lt;br /&gt;di NovHotel Bukit Tinggi Padang 27 Mei 2007&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4562392618108984175-6264621304404342265?l=fotoexclusive.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fotoexclusive.blogspot.com/feeds/6264621304404342265/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4562392618108984175&amp;postID=6264621304404342265' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4562392618108984175/posts/default/6264621304404342265'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4562392618108984175/posts/default/6264621304404342265'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fotoexclusive.blogspot.com/2007/06/seminar-persatuan-tarbiyah-indonesia.html' title='Seminar Persatuan Tarbiyah Islamiyah'/><author><name>Foto Exclusive</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09212101165566289518</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_SxCFVQ5WgZI/RndyqA4eOfI/AAAAAAAAAB0/F2L2ZQkDuD0/s72-c/seminar+Perti.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4562392618108984175.post-2584431748987166767</id><published>2007-06-17T23:52:00.000-07:00</published><updated>2008-12-10T13:44:23.082-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Foto'/><title type='text'>Zikir Nasional</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_SxCFVQ5WgZI/RnZaGw4eOcI/AAAAAAAAABc/Pzvqye0q4QM/s1600-h/zikir1.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_SxCFVQ5WgZI/RnZaGw4eOcI/AAAAAAAAABc/Pzvqye0q4QM/s320/zikir1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5077344702154291650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_SxCFVQ5WgZI/RnZZ7A4eObI/AAAAAAAAABU/b7934XRClBc/s1600-h/zikir2.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_SxCFVQ5WgZI/RnZZ7A4eObI/AAAAAAAAABU/b7934XRClBc/s320/zikir2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5077344500290828722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_SxCFVQ5WgZI/RnZZtA4eOaI/AAAAAAAAABM/tm1PaoOzX7o/s1600-h/zikir3.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_SxCFVQ5WgZI/RnZZtA4eOaI/AAAAAAAAABM/tm1PaoOzX7o/s320/zikir3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5077344259772660130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_SxCFVQ5WgZI/RnZZaw4eOZI/AAAAAAAAABE/a7PQHcmN4IY/s1600-h/zikir5.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_SxCFVQ5WgZI/RnZZaw4eOZI/AAAAAAAAABE/a7PQHcmN4IY/s320/zikir5.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5077343946240047506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zikir Nasional, Candung Padang 26 Mei 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_SxCFVQ5WgZI/RnZUhw4eOVI/AAAAAAAAAAk/CRC7jI-BmTI/s1600-h/zikir1.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4562392618108984175-2584431748987166767?l=fotoexclusive.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fotoexclusive.blogspot.com/feeds/2584431748987166767/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4562392618108984175&amp;postID=2584431748987166767' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4562392618108984175/posts/default/2584431748987166767'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4562392618108984175/posts/default/2584431748987166767'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fotoexclusive.blogspot.com/2007/06/zikir-nasional.html' title='Zikir Nasional'/><author><name>Foto Exclusive</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09212101165566289518</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_SxCFVQ5WgZI/RnZaGw4eOcI/AAAAAAAAABc/Pzvqye0q4QM/s72-c/zikir1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4562392618108984175.post-6383284705136815304</id><published>2007-06-17T21:34:00.000-07:00</published><updated>2008-12-10T13:44:23.817-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Foto'/><title type='text'>Foto Wisuda SEBI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_SxCFVQ5WgZI/RnYq7g4eOUI/AAAAAAAAAAc/DtL8cmgFX9g/s1600-h/fotowisuda3.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_SxCFVQ5WgZI/RnYq7g4eOUI/AAAAAAAAAAc/DtL8cmgFX9g/s320/fotowisuda3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5077292831834257730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_SxCFVQ5WgZI/RnYpOw4eOTI/AAAAAAAAAAU/YHHtcH4KEM4/s1600-h/fotowisuda2.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_SxCFVQ5WgZI/RnYpOw4eOTI/AAAAAAAAAAU/YHHtcH4KEM4/s320/fotowisuda2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5077290963523483954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_SxCFVQ5WgZI/RnYoHQ4eOSI/AAAAAAAAAAM/OGns9u_flBI/s1600-h/fotowisuda1.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_SxCFVQ5WgZI/RnYoHQ4eOSI/AAAAAAAAAAM/OGns9u_flBI/s320/fotowisuda1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5077289735162837282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4562392618108984175-6383284705136815304?l=fotoexclusive.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fotoexclusive.blogspot.com/feeds/6383284705136815304/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4562392618108984175&amp;postID=6383284705136815304' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4562392618108984175/posts/default/6383284705136815304'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4562392618108984175/posts/default/6383284705136815304'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fotoexclusive.blogspot.com/2007/06/foto-wisuda-sebi.html' title='Foto Wisuda SEBI'/><author><name>Foto Exclusive</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09212101165566289518</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_SxCFVQ5WgZI/RnYq7g4eOUI/AAAAAAAAAAc/DtL8cmgFX9g/s72-c/fotowisuda3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4562392618108984175.post-7231605065928276592</id><published>2007-06-17T19:20:00.000-07:00</published><updated>2007-06-17T19:38:56.379-07:00</updated><title type='text'>Jasa Yang Kami Tawarkan</title><content type='html'>Jasa yang kami tawarkan seputar dokumentasi antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shooting Video&lt;br /&gt;Jasa shooting video ini meliputi jasa pengambilan dokumentasi dengan VHS maupun miniDV,  dalam pengambilan ini kami juga menyediakan jasa penyewaan TV output untuk tampilan langsung pada acara tersebut.&lt;br /&gt;Dokumentasi yang sudah diedit dapat berupa CD maupun DVD yang berdurasi 1 - 3 Jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fotography&lt;br /&gt;Jasa Fotography ini meliputi jasa pengambilan dokumentasi dengan kamera profesional baik digital maupun manual.&lt;br /&gt;Dokumentasi foto dalam bentuk Album yang didekorasi dan divariasi foto 4R - 10 R, dan dibantu dengan komputerisasi untuk beberapa dekorasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foto Studio&lt;br /&gt;Jasa Fotography ini diambil menggunakan Camera Medium format dengan cetak dapat berupa foto kanvas dengan binkai ukir emas, maupun jasa pengambilan foto saja untuk dokumentasi Foto Studio.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4562392618108984175-7231605065928276592?l=fotoexclusive.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fotoexclusive.blogspot.com/feeds/7231605065928276592/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4562392618108984175&amp;postID=7231605065928276592' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4562392618108984175/posts/default/7231605065928276592'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4562392618108984175/posts/default/7231605065928276592'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fotoexclusive.blogspot.com/2007/06/jasa-yang-kami-tawarkan.html' title='Jasa Yang Kami Tawarkan'/><author><name>Foto Exclusive</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09212101165566289518</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
